Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi penggerebekan pabrik obat keras ilegal jenis tramadol dan Hexymer di kawasan pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung. Ia menilai pengungkapan tersebut penting untuk menekan peredaran obat keras yang dampaknya dinilai semakin mengkhawatirkan.
Pabrik tersebut digerebek Polda Jawa Barat bersama Polrestabes Bandung pada Minggu (18/10/2026). Polisi menyita ratusan ribu butir obat siap edar, mesin produksi, serta bahan baku kimia dalam jumlah besar. Kapasitas mesin di lokasi itu diperkirakan mampu memproduksi hingga 8 juta butir obat per hari.
Farhan mengaku pernah turun langsung ke lapangan dan menyaksikan dampak peredaran tramadol. Dia mengatakan, peredaran tramadol telah menjadi sumber kegelisahan masyarakat. Ia menilai persoalan ini perlu ditangani serius karena dampaknya sudah menyentuh kalangan pelajar.
"Terus terang, kami dari pemerintahan tentu saja sangat berterima kasih adanya penggerebekan tersebut. Kegelisahan masyarakat karena adanya peredaran tramadol ini sangat-sangat mengerikan," ujar Farhan, Senin (19/10/2026).
Ia mengaku pernah melihat langsung dampak penyalahgunaan obat tersebut ketika turun ke lapangan. Bahkan, peredaran tramadol disebut telah menjangkau anak-anak usia SMP.
"Saya pernah turun tangan langsung ke lapangan menyaksikan dampak dari tramadol ini, bahkan sudah sampai ke anak-anak SMP," katanya.
Menurut Farhan, pengungkapan pabrik yang diduga memproduksi obat keras ilegal tersebut menjadi langkah penting untuk menekan peredaran obat yang meresahkan warga.
