Cari Kerja di Cirebon Bakal Serba-online, Ini Sistem Barunya

Pemkab Cirebon menyiapkan peralihan layanan pencarian kerja dan bursa kerja dari tatap muka ke platform digital yang terintegrasi dengan SIAPKerja Kementerian Ketenagakerjaan.
Pencari kerja nantinya mengakses lowongan melalui satu akun pada portal yang disiapkan, dengan penyebaran informasi diperluas agar tidak hanya mengandalkan sekolah.
Digitalisasi juga akan menampilkan perkembangan pasar kerja dalam grafik di portal pemerintah daerah, sehingga data ketenagakerjaan dapat dipantau secara daring.
Cirebon, IDN Times- Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan perubahan mekanisme bursa kerja dengan mengalihkan layanan pencarian lowongan dari kegiatan tatap muka ke platform digital.
Sistem tersebut dirancang terhubung dengan SIAPKerja milik Kementerian Ketenagakerjaan agar pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan melalui satu akun. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto mengatakan, pemerintah daerah tengah menyiapkan integrasi sistem sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat provinsi.
“Kalau kita sudah nyambung dengan SIAPKerja Kemenaker, kita akan nanti dilinkan,” kata Novi, Rabu (7/10/2026).
1. Bursa kerja beralih ke sistem daring

ilustrasi mengikuti job fair (unsplash.com/@evangelineshaw) Perubahan tersebut tidak hanya menyasar penyampaian informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga pelaksanaan bursa kerja atau job fair.
Jika sebelumnya kegiatan itu mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung, pemerintah daerah ingin memindahkan mekanismenya ke layanan daring.
Novi mengatakan, pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan bursa kerja ke depan dapat memanfaatkan sistem digital secara menyeluruh. “Berarti nanti tidak akan ada bursa kerja yang konvensional. Insya Allah kita pengen semua online,” ujar Novi.
2. Informasi lowongan terpusat

Kegiatan job fair tunggal dengan tujuan penempatan Eropa dan Timur Tengah di Kantor Disnakertrans NTB, Rabu (17/1/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir) Novi mengatakan, portal ketenagakerjaan yang disiapkan pemerintah daerah nantinya menjadi salah satu saluran bagi masyarakat untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan.
Nantinya, pencari kerja dapat mengakses informasi tersebut setelah memiliki akun pada sistem yang tersedia. Integrasi dengan SIAPKerja diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap informasi pasar kerja.
“Pemerintah daerah juga berupaya memperluas jangkauan penyebaran informasi agar tidak hanya bergantung pada penyampaian melalui sekolah,” katanya.
3. Data pasar kerja dipantau digital

Suasana job fair di Medan (Dok. Diskominfo Medan) Ditambahkan Novi, digitalisasi juga diarahkan untuk menyajikan perkembangan informasi ketenagakerjaan melalui grafik pada portal pemerintah daerah. Melalui mekanisme tersebut, informasi pasar kerja dapat ditampilkan dalam bentuk data yang lebih mudah dipantau.
“Sekarang juga kita bekerja online terus. Jadi kelihatan grafiknya di website kami, di portal kami,” kata Novi.





















