Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Belum Merata, 25.969 Warga Cirebon Masih Terdampak Kekeringan

Kab. Cirebon
2 min read
Hujan Belum Merata, 25.969 Warga Cirebon Masih Terdampak Kekeringan
Setu Patok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (IDN Times/Hakim Baihaqi)

Cirebon, IDN Times - Kekeringan selama musim kemarau 2026 telah berdampak pada 25.969 warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Hingga 7 Oktober 2026, pemerintah daerah menyalurkan 117.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di 12 desa yang tersebar di sepuluh kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat, warga terdampak tersebut berasal dari 7.489 keluarga. Bantuan disalurkan melalui 26 kali pengiriman sebagai langkah darurat menghadapi terbatasnya pasokan air bersih.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Samsul Huda mengatakan, distribusi air dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air selama kemarau.

“Penanganan tersebut dilakukan seiring meluasnya kebutuhan pasokan air bersih di sejumlah wilayah,” kata Samsul, Senin (19/10/2026).

  1. 1. Distribusi menjangkau 12 desa

    Kondisi Setu Patok di Kabupaten Cirebon (IDN Times/Hakim Baihaqi)
    Kondisi Setu Patok di Kabupaten Cirebon (IDN Times/Hakim Baihaqi)

    Belasan desa yang terdampak kekeringan meliputi Buyut, Ciwaringin, Cupang, Galagamba, Karangwuni, Kreyo, Mundu Pesisir, Panongan Lor, Sampiran, Sibubut, Sidamulya, dan Slangit.

    Sebaran wilayah tersebut membuat penyaluran bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi. Jumlah warga yang terdampak dan akses menuju wilayah penerima menjadi bagian penting dalam pengaturan distribusi air.

    Dari total 117.000 liter yang dikirim dalam 26 kali pengiriman, rata-rata volume bantuan mencapai sekitar 4.500 liter setiap pengiriman.

  2. 2. Status siaga diperpanjang

    Setu Patok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (IDN Times/Hakim Baihaqi)
    Setu Patok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (IDN Times/Hakim Baihaqi)

    Pemerintah Kabupaten Cirebon memperpanjang status kesiapsiagaan bencana kekeringan hingga 31 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tetap diberlakukan meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah karena curah hujan belum merata.

    Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Cirebon Juwanda mengatakan, hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir masih bersifat sporadis. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah belum memperoleh tambahan air yang memadai.

    “Untuk saat ini hujan sudah terjadi, walaupun sporadis. Di Sumber, misalnya, sudah terjadi hujan, sedangkan di daerah lain belum,” ujar Juwanda.

  3. 3. Kebutuhan air masih menjadi perhatian

    Setu Setu Patok (google.com/maps/akhmad hidayat)
    Setu Setu Patok (google.com/maps/akhmad hidayat)

    Perpanjangan status kesiapsiagaan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menetapkan periode penanganan kekeringan hingga akhir Oktober.

    Juwanda menjelaskan, status kesiapsiagaan kekeringan di Kabupaten Cirebon biasanya berlaku sejak 1 Mei hingga 31 Oktober. Pada tahun ini, pemerintah daerah menyesuaikan masa kesiapsiagaan dengan kebijakan di tingkat provinsi.

    “Setiap tahunnya, Kabupaten Cirebon mulai menerbitkan SK itu dari 1 Mei sampai 31 Oktober biasanya. Tahun ini mengikuti apa yang sudah dibuat oleh Jawa Barat, sehingga ada perpanjangan,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More