Bandung, IDN Times - Satu tahun memimpin Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memilih menempatkan layanan dasar sebagai fondasi utama pemerintahannya. Di tengah ekspektasi publik yang tinggi dan dinamika kota yang tak pernah sepi isu, Farhan menyebut tahun pertama ini sebagai fase belajar, mendengar, dan menata arah.
Menurutnya, satu tahun memang bukan waktu yang panjang untuk menuntaskan seluruh persoalan kota yang kompleks. Namun periode itu cukup untuk memahami kondisi Bandung sebagai kota dengan energi besar, kreativitas tinggi, sekaligus kritik yang tak pernah surut.
Dalam refleksi setahunnya, Farhan menegaskan ruang demokrasi di Bandung harus tetap terbuka, termasuk bagi kritik dan kekecewaan warga yang disampaikan secara langsung maupun lewat ruang digital.
