Bandung, IDN Times - Rekaman video sekelompok orang yang mengubah kalimat azan dari ajakan salat menjadi jihad dan beredar di media sosial sempat viral. Bahkan, tayangan video tersebut membuat masyarakat resah khususnya umat muslim.
Sebab, diduga perubahan kalimat azan itu diambil kelompok orang dari berbagai daerah di Tanah Air. Video itu pun diduga akan menjadi provokasi masyarakat.
Menanggapi tayangan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei mengecam video yang memperlihatkan adanya perubahan kalimat Azan. Dia pun mengimbau agar setiap muslim tidak terbawa emosi dan terprovokasi terhadap video tersebut.
"Video itu dapat melecehkan agama. Itu sudah merupakan sebuah pelecehan terhadap kesucian agama dengan mengubah kalimat azan," ujar Rachmat, Rabu (2/12/2020).
