Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Lima Hari Kebakaran Gunung Gede Pangrango, Asap Masih Mengepul
Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango terbakar (IDN Times/dok Balai TNGGP)
  • Kebakaran di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memasuki hari kelima dan belum sepenuhnya padam; petugas masih menangani titik api serta asap yang tersisa.
  • Akses air menjadi kendala utama karena sumber berada di lembah bertebing terjal. Tim membuka jalur baru, sementara pemadaman manual memakai APAR, ranting, dan air terbatas.
  • Sebanyak 150–200 personel gabungan menyisir area, termasuk Lembah Saat dan Kawah Wadon. Seluruh jalur pendakian ditutup dan dipastikan tidak ada pendaki terjebak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cianjur, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) belum sepenuhnya padam meski telah memasuki hari kelima sejak pertama kali muncul pada Kamis (6/8/2026) lalu. Hingga kini, petugas gabungan bersama relawan masih terus berjibaku memadamkan sisa-sisa titik api dan kepulan asap di lapangan.

Willy, salah satu relawan yang terlibat langsung dalam proses pemadaman, mengungkapkan bahwa kondisi di lokasi kebakaran masih belum sepenuhnya kondusif. Titik api dan abu yang masih mengepul terus diantisipasi agar tidak semakin membesar.

"Kondisi informasi di lapangan masih penanganan pemadaman dikarenakan masih terlihat titik asap dan titik api di sekitar area kebakaran. Jadi belum sepenuhnya kondusif," ujar Willy saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (11/8/2026).

1. Suplai air jadi kendala utama, tim buka jalur ke lembah

Relawan saat menangani kebakaran di Kawah Wadon (IDN Times/dok Balai TNGGP)

Kendala terbesar yang dihadapi tim di lapangan saat ini adalah sulitnya akses menuju sumber air. Letak titik air yang berada di area lembah menuntut para relawan untuk menuruni tebing dengan medan yang terjal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Tim Panthera bersama relawan lainnya berinisiatif membuka jalur baru demi memangkas waktu tempuh menuju sumber air.

"Nah sekarang dari Tim Panthera dan teman-teman yang lain sedang membuka jalur untuk mempersingkat akses ke titik air, dari titik air ke titik api," ujar Willy.

Proses pemadaman saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya, mulai dari APAR, ranting-ranting pohon, hingga mengangkut air secara manual dari sumber yang terbatas.

2. Api masih menyala di sekitar Kawah Wadon

Relawan saat tangani kebakaran di Kawah Wadon (IDN Times/dok Balai TNGGP)

Meskipun titik api tidak meluas ke area baru, sisa-sisa kebakaran sebelumnya di sekitar Lembah Saat dan kawasan Kawah Wadon kembali memicu munculnya titik api baru. Medan yang memiliki kemiringan ekstrem antara 45 hingga 90 derajat menjadi tantangan berat bagi para petugas.

"Titik api masih di sekitaran situ, di Lembah Saat. Bekas yang terbakar itu ternyata masih mengeluarkan api. Tadi siang juga masih terlihat titik api, akhirnya ditangani lagi. Kemungkinan teman-teman masih bertahan di sana 2-3 hari ke depan," kata Willy.

Terkait luasan area yang terdampak yang diisukan mencapai 20 hektare, Willy menyatakan pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut. "Kita belum bisa memastikan karena itu yang lebih punya kewenangan dari pihak Taman Nasional untuk menyampaikan. Saya juga tidak melihat riilnya dan petanya secara langsung," ujarnya.

3. Ratusan personel gabungan diterjunkan, jalur pendakian dipastikan kosong

ilustrasi Gunung Gede Pangrango (unsplash.com/Ivan Samudra)

Hingga saat ini, sebanyak 150 hingga 200 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan komunitas masyarakat telah berkumpul di pos Kandang Badak untuk menyisir area kebakaran. Personel dari Sukabumi sendiri menyumbang 8 orang yang bergerak melalui jalur Selabintana.

Willy memastikan bahwa tidak ada pendaki yang terjebak di atas gunung. Seluruh pintu pendakian, baik dari Gunung Putri, Cibodas, maupun Selabintana, telah resmi ditutup total sejak kebakaran terkonfirmasi.

"Teman-teman dari Selabintana memastikan pendakian kosong. Setelah dipastikan ada kebakaran, semua pihak berkomitmen untuk menutup jalur," katanya.

Mayoritas vegetasi yang terbakar di kawasan tersebut merupakan pohon cantigi dengan kerapatan yang cukup tinggi, sehingga rentan tersulut sisa bara api di bawah permukaan tanah. Pihaknya berharap proses pemadaman dapat segera tuntas meskipun harus menghadapi risiko medan yang terjal dan asap pekat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article