Bandung, IDN Times - Uji kinis fase tiga vaksin COVID-19 BUMN yang diproduksi PT Bio Farma masih berjalan dengan lancar. Pengujian dilakukan di empat kampus berbeda yaitu Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia di Jakarta, FK Universitas Diponegoro Semarang, FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar dengan total 4.050 subyek relawan secara nasional.
Menurut Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 BUMN Prof. dr. Soedjatmiko, sesuai standard uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui tiga tahapan uji klinis. Pengujian tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin COVID-19 buatan Bio Farma aman dan dapat meningkatkan kadar antibodi untuk melawan COVID-19.
"Sehingga diharapkan berkhasiat (efikasi) melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID-19sesuai standar Badan POM”, ungkap Sudjatmiko melalui siaran pers, Senin (1/8/2022).
Menurutnyam Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling umum dilaporkan yaitu nyeri lokal di sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan. Demam pasca penyuntikan yang akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan.
