Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Traffic Light Soetta Bandung Mati Usai Pemadaman Listrik Bergilir
Traffic Light Soetta Bandung Mati Usai Pemadaman Listrik, Dishub Atur Lalin. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Traffic light di Jalan Soekarno Hatta Bandung mati akibat pemadaman listrik bergilir dari PLN, membuat Dishub dan polisi turun tangan mengatur lalu lintas secara manual.
  • Pemadaman berlangsung sekitar pukul 12.00–16.00 WIB dan berdampak luas karena seluruh traffic light di Bandung masih menggunakan sistem konvensional tanpa dukungan solar cell.
  • Warga Bandung resah karena pemadaman bergilir sering terjadi tanpa pemberitahuan jelas, mengganggu aktivitas usaha, merusak peralatan listrik, serta menimbulkan ketidaknyamanan di tempat kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Traffic light yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, tepatnya di dekat Samsat tak berfungsi akibat pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN.

"Iya, pemadaman dari sananya, pemadaman arus ini PLN. Jadi berpengaruh ke kita," kata Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, ketika dikonfirmasi pada Jumat (19/6/2026).

Rasdian mengaku sudah memerintahkan petugasnya untuk ikut membantu polisi mengatur arus lalu lintas. Adapun dari informasi yang diterimanya, pemadaman listrik oleh PLN berlangsung dari pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Saya suruh petugas ke sana bantu atur," ucap dia.

Menurut Rasdian, operasional traffic light di Kota Bandung belum menggunakan solar cell sehingga ikut terdampak ketika PLN melakukan pemadaman secara bergilir.

"Karena yang penggunaan solar cell-nya kan nggak ada kita mah, semuanya konvensional," ungkap dia.

Sementara itu, dari informasi yang diterima, terdapat sejumlah wilayah yang terdampak pemadaman listrik dalam beberapa hari ke belakang. Pemadaman dilakukan karena adanya penurunan suplai listrik.

Pemadaman listik secara bergilir makin sering terjadi di Kota Bandung dan sekitarnya. Kondisi tersebut meresahkan warga karena tidak banyak informasi yang diterima sebelum pemadaman di rumah atau tempat usahanya.

Salah satunya adalah Setia warga Kabupaten Bandung yang juga berwirausaha dari rumah. Menurutnya, pemadaman listrik seharusnya bisa diinformasikan kepada warga karena bisa saja ketika ada pemadaman masih membutuhkan listrik untuk pekerjaan atau usaha.

"Kalau diinfokan dulu kan kami bisa bersiap gitu," kata Setia, Rabu (17/6/2026).

Dengan adanya kulkas dipakai untuk menyimpan makanan, Setia berharap pemadaman seperti ini tidak terlalu sering dilakukan karena bisa merusak bahan makanan maupun dagangan yang harus didinginkan.

Keresahan pun dirasakan Sirojul yang wilayahnya kerap terdampak pemadaman bergilir. Banyak menggunakan peralatan listrik di tempat kerja, dia khawatir komputer atau alat lain lebih cepat rusak ketika terlalu sering ada pemadaman.

"Sekarang jadi sering digilir kalau mati listrik," paparnya.

Sementara itu, Fatimah yang bekerja di dalam ruangan menyesalkan pemadanam ini karena harus kepanasan saat pendingin ruangan mati terdampak pemadaman bergilir. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini PLN harus bisa menjaga kondisi pasokan listrik karena sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Editorial Team

Related Article