Bandung, IDN Times – Sejumlah tokoh Sunda menyoroti persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Barat yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar. Meski menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, tingkat pendidikan tinggi masyarakat Jawa Barat dinilai belum mampu mengejar daerah lain.
Isu tersebut mengemuka dalam Milangkala ke-2 Majelis Musyawarah Sunda (MMS) yang digelar melalui forum Pasamoan Inohong Sunda di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Pinisepuh MMS, Burhanudin Abdullah, mengatakan tantangan Jawa Barat bukan hanya soal jumlah lulusan perguruan tinggi yang masih rendah, tetapi juga banyaknya sarjana yang belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
"Jumlah penduduk sarjana di masyarakat Sunda masih kalah dari provinsi lainnya. Kemudian yang sudah sarjana, ternyata banyak yang menganggur karena tidak mampu berdikari dan menciptakan lapangan kerja," kata Burhanudin.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan indeks pembangunan Jawa Barat.
