Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tegur Pengendara Terobos Lampu Merah, Ojol Lansia Dikeroyok Tiga Pemabuk
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. IDN Times)
  • Ojol Kuswara Iskandar (61) dikeroyok tiga pemuda di Simpang Otista-Sudirman, Bandung, setelah menegur mereka yang diduga menerobos lampu merah dan hampir bersenggolan.
  • Tiga pelaku menyerang Kuswara menggunakan tongkat besi setelah korban menghentikan kendaraannya; warga dan pengemudi ojol melerai. Korban mengalami luka wajah, hidung, serta bengkak pada tangan kanan.
  • Polisi mengamankan Aldi Gunawan, Reza Gunawan, dan Rizki Ananda. Pemeriksaan awal menyebut mereka diduga mabuk, sementara satu pelaku terkonfirmasi mengonsumsi obat keras terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Kuswara, sopir ojek online berumur 61 tahun, menegur tiga pemuda karena mereka diduga menerobos lampu merah di Bandung. Mereka hampir bertabrakan. Tiga pemuda itu lalu memukul Pak Kuswara dengan tongkat besi. Warga membantu menghentikan mereka. Pak Kuswara luka di wajah, hidung, dan tangannya bengkak. Polisi menahan tiga pemuda yang diduga mabuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah insiden yang merugikan Kuswara, respons cepat warga sekitar dan sesama pengemudi ojol membantu menghentikan pengeroyokan sebelum situasi memburuk. Pengamanan terhadap tiga terduga pelaku serta pemeriksaan lanjutan polisi, termasuk pendalaman kondisi mereka dan kemungkinan pelanggaran lain, menunjukkan peristiwa ini segera ditangani secara serius oleh aparat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Niat menegur pengendara yang diduga menerobos lampu merah justru berujung petaka bagi Kuswara Iskandar (61). Pengemudi ojek online (ojol) itu menjadi korban pengeroyokan saat mengantarkan penumpang di Simpang Jalan Otto Iskandardinata (Otista)-Sudirman, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, Kuswara mengalami luka pada bagian wajah dan hidung serta pembengkakan di tangan kanan. Polisi telah mengamankan tiga pelaku yang diduga berada dalam kondisi mabuk saat melakukan pengeroyokan.

1. Berawal dari teguran karena hampir terjadi senggolan

traffic light. (unsplash.com/Tsvetoslav Hristov)

Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal mengatakan, peristiwa bermula ketika korban sedang mengantarkan penumpang dan melintas di Simpang Otista-Sudirman. Pada saat bersamaan, korban berpapasan dengan tiga pemuda yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor.

Ketiga pelaku diketahui bernama Aldi Gunawan (29), Reza Gunawan (22), dan Rizki Ananda (21). Menurut Fetrizal, mereka diduga menerobos lampu merah hingga hampir bersenggolan dengan sepeda motor yang dikendarai korban. Merasa aksi tersebut membahayakan pengguna jalan lain, Kuswara kemudian menegur para pelaku.

Teguran itu ternyata tidak diterima dengan baik. Setelah nyaris terjadi senggolan, korban juga sempat melontarkan umpatan yang terdengar oleh ketiga pelaku sehingga memicu emosi mereka.

2. Korban dihajar menggunakan tongkat besi

ilustrasi kekerasan (pexels.com/NEOSiAM 2024+)

Fetrizal menjelaskan, para pelaku kemudian meneriaki korban agar menghentikan kendaraannya. Setelah Kuswara berhenti, ketiganya langsung menyerang secara bersama-sama.

"Setelah itu, korban lalu diserang oleh tiga pelaku menggunakan tongkat besi. Keributan tersebut dilerai oleh warga sekitar dan ojol serta dugaan pelaku diamankan oleh petugas kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Astanaanyar," ujar Fetrizal, Rabu (2/9/2026).

Keributan yang terjadi di lokasi sempat menarik perhatian warga sekitar dan sejumlah pengemudi ojol lainnya. Mereka kemudian membantu melerai aksi pengeroyokan sebelum situasi semakin memburuk.

Akibat serangan tersebut, Kuswara mengalami luka pada bagian wajah dan hidung serta pembengkakan pada tangan kanan. Polisi menyebut korban harus mendapatkan penanganan akibat luka yang dideritanya.

"Akibat pengeroyokan, korban alami luka bagian hidung, wajah, dan bengkak bagian tangan sebelah kanan," kata Fetrizal.

3. Polisi temukan pelaku dalam kondisi mabuk

ilustrasi pria pemabuk (pixabay.com/jarmoluk)

Setelah diamankan ke Mapolsek Astanaanyar, polisi melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan mereka diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.

"Ketiga pelaku dalam kondisi mabuk terpengaruh minum-minuman keras," ujar Fetrizal.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan fakta lain yang kini masih didalami. Dari pemeriksaan sementara, salah seorang pelaku diketahui terkonfirmasi mengonsumsi obat-obatan keras terbatas. Temuan tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengetahui kondisi para pelaku saat melakukan pengeroyokan.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, salah seorang pelaku juga terkonfirmasi mengonsumsi obat-obatan keras terbatas," kata dia.

Saat ini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Astanaanyar. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain yang dilakukan para pelaku selain tindak pengeroyokan terhadap korban.

Editorial Team

Related Article