Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tanpa Musim Haji, Bandara Kertajati Masih Kesulitan Cari Penumpang
Imigrasi siapkan gerbang koridor untuk sambut jemaah haji. (Dok. Ditjen Imigrasi)
  • Bandara Kertajati mencatat lonjakan penumpang internasional 711,85% pada April 2026 akibat keberangkatan haji, namun peningkatan ini belum mencerminkan pertumbuhan penerbangan reguler yang berkelanjutan.
  • Jumlah penumpang domestik justru turun drastis hingga 75,35% karena penghentian sementara beberapa rute dari Bandara Husein Sastranegara, menunjukkan ketimpangan antara trafik internasional dan domestik.
  • BPS menilai tantangan utama Kertajati adalah membangun trafik penerbangan yang stabil sepanjang tahun dengan menarik lebih banyak maskapai dan memperbanyak rute reguler.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali mencatat lonjakan penumpang internasional pada April 2026.

Namun, peningkatan yang mencapai ratusan persen itu dinilai belum mencerminkan pertumbuhan permintaan penerbangan yang berkelanjutan karena masih ditopang faktor musiman, yakni pemberangkatan jamaah haji.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat jumlah penumpang penerbangan internasional pada April 2026 mencapai 6.511 orang. Angka tersebut melonjak 711,85 persen dibandingkan Maret 2026 yang hanya 802 orang.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan kenaikan tersebut terutama dipicu dimulainya keberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat melalui Bandara Kertajati sejak 22 April 2026.

“Penumpang penerbangan internasional pada April 2026 naik 711,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Keberangkatan haji asal Jawa Barat dari Bandara Kertajati mulai 22 April memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan penerbangan internasional,” ujar Margaretha dikutip pada Selasa (3/6/2026).

Secara tahunan, jumlah penumpang internasional juga melonjak 555,03 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat 994 orang.

1. Lonjakan belum cerminkan pertumbuhan organik

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)

Meski menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi, lonjakan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan peningkatan aktivitas penerbangan internasional reguler dari Kertajati.

Data BPS menunjukkan kenaikan terjadi bertepatan dengan musim haji yang menjadi salah satu periode dengan mobilitas penumpang terbesar setiap tahun.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa trafik internasional masih sangat dipengaruhi agenda musiman yang bersifat sementara.

Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah penumpang internasional tercatat sebanyak 8.766 orang. Angka itu memang meningkat 146,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.562 orang.

Namun, sebagian besar tambahan penumpang terjadi pada April, saat pemberangkatan haji mulai berlangsung.

"Artinya, kinerja lalu lintas internasional Kertajati masih sangat bergantung pada momentum tertentu, bukan pada aktivitas penerbangan komersial yang stabil sepanjang tahun," tuturnya.

2. Kontras dengan penurunan penumpang domestik

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)

Di saat penerbangan internasional meningkat tajam, jumlah penumpang domestik justru mengalami penurunan signifikan.

Pada April 2026, penumpang domestik tercatat hanya 335 orang atau turun 75,35 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 1.359 orang. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunannya bahkan mencapai 93,84 persen.

Menurut Margaretha, penurunan tersebut dipengaruhi penghentian sementara sejumlah rute domestik dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.

“Penutupan sementara rute domestik ke Yogyakarta dan Semarang dari Bandara Husein Sastranegara sejak 31 Maret 2026 berdampak pada penurunan jumlah penumpang penerbangan domestik sebesar 75,35 persen secara bulanan,” katanya.

Secara kumulatif, jumlah penumpang domestik sepanjang Januari-April 2026 tercatat 3.255 orang, merosot 83,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

3. Tantangan mencari trafik berkelanjutan

Suasana Bandara Kertajati (IDN Times/Umi Kalsum)

Margaretha menyebutkan, data tersebut menunjukkan transportasi udara Jawa Barat masih menghadapi tantangan dalam menciptakan pertumbuhan penumpang yang berkelanjutan.

Kertajati memang mulai menunjukkan peran strategis sebagai gerbang penerbangan internasional, terutama untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Namun, tingginya ketergantungan pada trafik musiman mengindikasikan bahwa utilisasi bandara belum sepenuhnya ditopang oleh permintaan pasar yang stabil.

Ke depan, katanya, tantangan terbesar bagi pengelola bandara dan pemerintah adalah meningkatkan frekuensi penerbangan reguler serta menarik lebih banyak maskapai untuk membuka rute internasional maupun domestik secara permanen.

"Keberhasilan Kertajati sebagai pusat pertumbuhan transportasi udara baru di Jawa Barat akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menciptakan trafik yang berkelanjutan sepanjang tahun, bukan hanya bergantung pada momentum musiman," tuturnya.

Editorial Team

Related Article