Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar tinjau pelaku umkm di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Dalam persepsi kondisi kota selama satu tahun terakhir, mayoritas warga menilai Bandung mengalami perbaikan, terutama pada aspek inklusivitas sosial dan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 82,8 persen responden menilai kondisi toleransi semakin baik (10,7 persen sangat baik dan 72,1 persen baik), dengan hanya sebagian kecil yang menilai buruk.
Penilaian serupa juga terlihat pada sektor infrastruktur, di mana sekitar 69,5 persen responden menilai kondisi semakin baik. Ketertiban umum dan keamanan juga mendapatkan persepsi positif, masing-masing dengan lebih dari separuh responden menilai adanya perbaikan, meski masih ada sekitar 14–15 persen yang merasa kondisi tersebut memburuk.
Di sisi lain, sektor ekonomi justru menjadi satu-satunya yang dinilai mengalami penurunan. Hanya 24,7 persen responden yang menilai ekonomi membaik, sementara 44,3 persen menilai tidak ada perubahan dan sekitar 29,7 persen menilai kondisi ekonomi semakin buruk. Data ini mempertegas bahwa isu ekonomi menjadi tantangan utama yang harus segera direspon pemerintah.
Menanggapi hasil tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut tingginya optimisme masyarakat sebagai mandat untuk terus menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung. Ia menegaskan, ke depan Pemkot akan fokus pada penguatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan yang lebih merata agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan terus memperkuat berbagai program pembangunan secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel," kata dia.