Sukabumi Dilanda Bencana Alam, Bey Minta Pemkab Turun!

Bandung, IDN Times - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta Bupati Sukabumi, BPBD dan stakeholders terkait turun tangan langsung menangani banjir badang dan longsor. Ia meminta kebutuhan korban terdampak harus diprioritaskan.
Bey mengatakan, Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah diperintahkan untuk menangani persoalan banjir.
"Kebutuhan dasar korban seperti selimut, baju harus dipenuhi karena cuaca masih hujan dan dingin," ujar Bey saat dihubungi, Rabu (4/12/2024).
1. Bey bakal tinjau langsung lokasi longsor

Bey memastikan akan meninjau langsung ke titik lokasi bencana alam banjir bandang ini. Kedatangannya dipastikan untuk melihat kondisi para korban yang terdampak secara langsung.
Adapun banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Ciemas, Kecamatan Palabuhanratu, Kampung Cimanggu Desa Tegallega Kecamatan Cidolog.
Kemudian, Kecamatan Gegerbitung, Kampung Puncakpari dan Kampung Cikadu Desa Sirnamekar Kecamatan Tegalbuleud serta Kecamatan Pabuaran. Sejauh ini dari banjir bandang tidak ada korban jiwa.
Sementara, longsor terjadi di Kecamatan Simpenan, Cisolok, Nagrak, Sagaranten, Palabuhanratu, Warungkiara dan Kecamatan Lengkong.
"Besok pagi saya ke sana untuk meninjau," ucap Bey.
2. Sudah ditemukan korban jiwa

Peristiwa bencana alam ini membuat seorang wanita lanjut usia bernama Emah (50 tahun) diduga tertimbun longsor di Kampung Gunung Baen, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung. Sementara itu, seorang anak-anak di Kecamatan Simpenan dilaporkan tewas setelah tertimpa lemari akibat longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, membenarkan kabar tewasnya anak-anak akibat longsor. Korban merupakan warga Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Pendataan terhadap korban masih dilakukan petugas di lapangan.
"Informasi dari camat menyebutkan korban adalah anak-anak. Longsoran menimpa rumah mereka, dan korban tertimpa lemari akibat getaran," ujar Deden di PPendop Sukabumi.
Deden menambahkan, peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Meski demikian, BPBD masih terus memantau laporan dari lapangan terkait kondisi wilayah lainnya.
3. Evakuasi korban tengah dilakukan

Sementara itu proses pencarian terhadap Emah di Kecamatan Gegerbitung masih berlangsung. Petugas BPBD bersama tim gabungan terus berupaya mencari korban yang diduga tertimbun material longsor.
"Kami belum bisa memastikan kondisi korban karena proses pencarian masih berlangsung. Saksi mata menyebutkan ada yang tertimbun, jadi tim terus bekerja untuk evakuasi," kata Deden.
Petugas BPBD di Gegerbitung, Hendra, mengungkapkan bahwa laporan mengenai longsor diterima dari Ketua RT dan Kepala Desa setempat. Tim segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi darurat.
"Evakuasi langsung dilakukan begitu kami mendapat informasi dari warga. Saat ini tim gabungan masih di lokasi," ujar Hendra.
Selain menyebabkan korban tertimbun, longsor di Kampung Gunung Baen juga merusak empat rumah, satu vila, satu MCK, dan satu warung. Kerusakan parah ini memperparah situasi warga yang terdampak bencana.
"Kami terus berupaya melakukan evakuasi sekaligus mendata kerusakan akibat longsor. Semoga korban segera ditemukan," tutup Hendra.



















