Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Strategi Pupuk Indonesia Jaga Produksi Sambil Dorong Energi Bersih
Strategi Pupuk Indonesia Jaga Produksi Sambil Dorong Energi Bersih (Dok. IDN Times)
  • Pupuk Indonesia fokus menjaga keseimbangan antara ketahanan produksi dan target iklim di tengah tantangan geopolitik serta transisi energi global.
  • Perusahaan menargetkan produksi urea 7,8 juta ton pada 2026, melebihi kebutuhan domestik untuk memastikan pasokan nasional tetap aman dan stabil.
  • Upaya dekarbonisasi dilakukan lewat pengembangan clean ammonia berbasis energi terbarukan dan teknologi CCUS, sejalan dengan strategi transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Ketidakpastian geopolitik global dan dorongan menuju transisi energi membuat banyak perusahaan harus menyesuaikan strategi bisnisnya. Di satu sisi, produksi harus tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan pasar, sementara di sisi lain target keberlanjutan dan pengurangan emisi semakin mendesak untuk diwujudkan.

Kondisi ini membuat banyak industri mencari titik keseimbangan antara ketahanan operasional dan komitmen terhadap agenda iklim. Perusahaan dituntut mampu menjaga stabilitas produksi tanpa mengabaikan upaya menuju ekonomi rendah karbon.

Hal tersebut juga menjadi perhatian PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan pelat merah ini terus memperkuat ketahanan produksi sekaligus menjalankan transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan di tengah dinamika global.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, mengatakan bahwa keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan target iklim menjadi fokus penting perusahaan saat ini.

1. Menjaga ketahanan produksi di tengah dinamika global

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus meningkatkan kapasitas para petani melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR), yang hingga kuartal I tahun ini telah melibatkan 128 ribu peserta dan menjangkau 151 ribu hektare lahan. (Dok.Istimewa).

Pupuk Indonesia menilai stabilitas pasokan bahan baku menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan industri pupuk nasional. Salah satu aspek yang diperkuat adalah pemanfaatan gas alam domestik sebagai fondasi utama produksi.

Menurut Yehezkiel, langkah ini membuat Indonesia relatif terlindungi dari potensi gangguan rantai pasok global, termasuk risiko geopolitik yang dapat memengaruhi distribusi pupuk di tingkat internasional.

Ia mencontohkan potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat berdampak pada sekitar 30 persen pasokan urea dunia. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap Indonesia.

“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon itu bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan. Karena itu, industri harus tetap berjalan, namun di saat yang sama target-target iklim juga harus tetap dicapai,” ujar Yehezkiel dalam sesi Green Tech for Tomorrow di acara IDE Katadata Future Forum 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

2. Surplus produksi urea untuk menjaga stabilitas pasokan

Program Makmur (Dok. Pupuk Indonesia)

Di sisi produksi, Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sekitar 7,8 juta ton pada tahun ini. Angka tersebut berada di atas kebutuhan domestik yang diperkirakan sekitar 6,3 juta ton.

Kondisi surplus tersebut memungkinkan Indonesia menjaga ketahanan pasokan pupuk dalam negeri sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk berperan dalam menjaga stabilitas pasar global.

Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebelum mempertimbangkan peluang di pasar internasional.

“Namun perlu kami tekankan, bahwa komitmen kami adalah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” kata Yehezkiel.

3. Strategi dekarbonisasi lewat pengembangan energi bersih

Hasil pertanian petani setelah sebelumnya dilakukan uji tanah oleh agronomis mobil uji tanah Pupuk Indonesia di Kota Semarang, Rabu (12/2/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

Selain menjaga produksi, Pupuk Indonesia juga memperkuat upaya dekarbonisasi melalui pengembangan portofolio energi yang lebih bersih. Salah satu fokusnya adalah pengembangan clean ammonia.

Konsep ini mencakup green ammonia yang berbasis energi terbarukan serta blue ammonia yang memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi dari proses produksi.

Perusahaan juga menyiapkan sejumlah langkah transisi energi lainnya, termasuk rencana pembangunan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur yang sejalan dengan program pemerintah menuju B50.

“Kami secara bertahap menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam, di antaranya melalui pengembangan green ammonia berbasis energi terbarukan dan blue ammonia dengan dukungan teknologi CCUS,” ujar Yehezkiel.

Melalui kombinasi strategi ketahanan produksi, inovasi teknologi, dan pendekatan berbasis alam seperti pemanfaatan lahan tidur serta pemberdayaan kelompok tani, Pupuk Indonesia berupaya menjaga stabilitas industri pupuk nasional sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Editorial Team