Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Mengenai biaya, Dedi mengatakan, Sekolah Maung ini akan digratiskan seluruhnya. Hanya saja, untuk beberapa murid dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas hal ini masih dipertimbangkan.
"Gratis, tetapi kami nanti lagi membicarakan, misalnya begini, karena kan orang tua seringkali ada tuntutan disekolah yang punya kualifikasi unggulan itu kan, misalnya kita lagi berpikir apakah orangtua yang berpenghasilan di atas Rp10 juta yang anak-anaknya sekolah di situ, boleh tidak kalau berkontribusi," katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, persiapan sekolah ini sudah sampai pada pembahasan petunjuk teknis di lapangan. Beberapa persiapan untuk lokasi sekolah juga tengah dibahas.
Model Sekolah Maung ini dipastikan bukan dengan membuat sekolah baru, melainkan sekolah yang ada di setiap kabupaten dan kota akan diubah menjadi sekolah khusus degan kurikulum yang disesuaikan dengan minat bakat para peserta didik.
"Tahun ajaran baru tuh sudah ada. Sekolah Maung di setiap kabupaten kota ada satu, termasuk untuk disiapkan Cabang Dinas satu sekolah," kata Purwanto.
Untuk jenjang sekolahnya sendiri nantinya akan ada SMA dan SMK. Dia memastikan mata pelajaran yang diberikan akan berbeda dengan sekolah yang ada saat ini.
"Total berarti ada 27 SMA Maung, dan 13 SMK Maung, spesifik mata pelajaran itu nanti disesuaikan kebutuhan. Ini sekolah kan keunggulannya nanti akan di buat lewat kurikulumnya," katanya.
Mengenai pendaftaran, Purwanto menjelaskan, siswa akan tetap mengikuti SPMB seperti sekolah normal lainnya. Namun, nantinya akan ada juga melalui non-akademik. Sekolah khusus ini, kata dia tidak akan berbenturan dengan peraturan karena diatur dalam Pergub baru.
"Rekrutmennya nanti ada yang akademik dan non-akademik. Nanti akan diatur pakai peraturan gubernur. Tujuan sekolah Maung ini kan kita pengin melayani mereka yang mempunyai prestasi untuk bisa dilayani sesuai dengan potensi mereka," tuturnya.
Sementara ini, Sekolah Maung akan dibuat satu kelasnya 32 orang, dan gurunya juga akan dimaksimalkan sesuai dengan klasifikasi peminatan dari pada murid itu sendiri.
"Rombel (Rombongan belajar) kalau 32 orang gitu terus gurunya juga nanti akan kita upgrade atau kita penuhi dengan kualitas guru yang cukup," katanya.