Sementara itu, di Kota Sukabumi 15 remaja yang diamankan Polres karena tawuran dan terlibat geng motor, dibawa ke pondok pesantren. Mereka dibawa ke ponpes untuk dibina lewat program Lentera Hati Bintana.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menjelaskan, program itu bukan sekadar hukuman, tapi juga bentuk pembinaan. Mereka akan digembleng dengan pelatihan berbaris, bela negara, wawasan kebangsaan, hingga konseling psikologis selama enam hari.
"Mereka akan mengalami perubahan mindset, belajar mencintai tanah air, dan dibekali dengan pendidikan seni, budaya, serta keterampilan," kata Rita, Senin (5/5/2025).
Pengasuh Ponpes Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana menjelaskan, mereka tidak digabungkan dengan santri lain. Dalam pelaksanaannya nanti, remaja itu akan mengikuti sistem pendidikan khusus.
"Pembinaan kami berbasis akhlak mulia, dengan pendekatan Islam. Ada tujuh poin utama, kami sebut formula 1D-2T-4S. Dzikir, Tilawah, Tafakur, Shalat, Shaum sunah, Sholawat, dan Sedekah. Mereka dibina dari bangun tidur hingga tidur lagi, tanpa waktu kosong," kata Fajar.