Sukabumi, IDN Times - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap ke publik. Peristiwa yang melibatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Gunungguruh Cikujang 1 ini sempat menjadi sorotan karena baru dilaporkan dan mencuat ke permukaan beberapa hari setelah kejadian.
Berdasarkan investigasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, peristiwa keracunan tersebut terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026. Namun, pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan baru menerima laporan resmi pada Rabu, 7 Oktober 2026—sebuah jeda waktu yang mengindikasikan adanya keterlambatan informasi atau upaya pelaporan yang sempat tertunda sejak insiden bermula.
Tim investigasi kemudian bergerak selama kurang lebih dua pekan. Pihaknya menemukan sebanyak 212 orang mengalami gejala sakit, dengan rincian 204 orang merasakan sakit perut (96,23%), 184 orang mengalami diare (86,79%), dan 159 orang mengeluhkan perut melilit (75%). Dari total korban, 5 orang sempat harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan sembuh.
