Inin Nastain/ hamparan sawah dengan pagar beton
Kecamatan Ligung menjadi salah satu daerah andalan Kabupaten Majalengka dalam hal produksi padi. Di sisi lain, daerah ini juga mulai marak berdiri industri.
Fakta di lapangan, industri yang mulai menjamur sejak beroperasinya BIJB itu, berdiri kokoh di lahan-lahan pertanian yang biasanya bisa menghasilkan panen sebanyak dua kali dalam setahun.
"Iya, alih fungsi itu ya di lahan produktif. Yang bisa panen 2 kali dalam setahun. Rata-rata di Kecamatan Ligung emang dua kali tanam," kata Supervisor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ligung Daryo.
Daryo tidak mengetahui jelas, berapa hektar lahan produktif yang akhirnya alih fungsi jadi industri. Namun, saat ini lahan pertanian di Kecamatan Ligung di kisaran 4000 hektare.
"Sekarang luas lahan pertanian, di angka 4.945 hektare. Kalau dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya, kurang hapal sih berapa hektar lahan yang alih fungsi. Karena kebetulan saya baru," jelas dia.
Disinggung jumlah hasil panen, Daryo menyebut, para petani bisa mendapat sekitar 8 ton gabah kering per hektare, untuk dua kali panen. "Rata-rata di sini dua kali panen. Yang ketiganya biasa ditanami palawija," kata dia.
"Kalau sebelum 2016 an, katanya ada beberapa yang tiga kali tanam. Kalau sekarang mah, ya dua. Dan yang kedua itu biasa dibantu dengan bikin pompa atau ambil dari sungai, untuk kebutuhan airnya," lanjut dia.
Daryo mengaku, untuk kualitas sendiri, tidak mengalami penurunan. Termasuk lahan-lahan yang ada di sekitar industri.
"Belum ada dampak kualitas yang menurun karena efek pabrik, termasuk yang di dekat pun. Karena mungkin pabrik-pabrik itu ada pembuangan limbahnya," kata dia.
Di Kecamatan Ligung sendiri, jelas dia, ada pembukaan lahan baru untuk sawah. Namun jumlahnya masih minim, dibanding dengan alih fungsi ke pabrik.
"Ada di (desa) Majasari, sekitar 4 hektar. Di sana, untuk satu kali panen per hektare nya di angka 3,5 ton. Itu dari perkebunan, yang diubah jadi sawah," jelas dia.
"Ya mau gimana lagi. Karena berdirinya industri kan suatu keniscayaan. Program pemerintah juga kan. Katanya (Kecamatan) Ligung ini masuk daerah industri," lanjut Daryo.