Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perusahaan di Bandung Barat Diduga Cemari Sungai Cihaur
Ilustrasi pencemaran sungai (Antara)
  • DLH Bandung Barat bersama DLH Jawa Barat menemukan perusahaan yang diduga membuang limbah hingga Sungai Cihaur berwarna merah, berbusa, dan berbau menyengat.
  • Petugas mengambil sampel dari hulu, hilir, serta outlet perusahaan terduga untuk diuji di laboratorium sebagai dasar penentuan kandungan pencemar dan sanksi.
  • Warga menyebut pencemaran berlangsung hampir 25 tahun, mengganggu lingkungan, pertanian, dan perikanan; petani kini memakai air hulu yang lebih bersih untuk mengairi tanaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
hampir 25 tahun terakhir

Warga menyatakan limbah telah lama masuk ke Sungai Cihaur dan pernah ditinjau petugas Satgas. Lokasi pembuangan sempat dipindahkan.

8 Agustus 2026

DLH KBB bersama tim PPLH DLH Jawa Barat memeriksa lokasi pencemaran Sungai Cihaur.

12 Agustus 2026

DLH KBB menyatakan telah mengantongi perusahaan yang diduga membuang limbah. Sampel dari hulu, hilir, dan outlet perusahaan diambil untuk diuji.

sekarang

Warga melaporkan pencemaran kembali terjadi, dengan air sungai berwarna merah, berbusa, dan berbau menyengat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sungai Cihaur tercemar aliran cairan merah, berbusa, dan berbau menyengat. DLH Kabupaten Bandung Barat telah mengidentifikasi perusahaan yang diduga membuang limbah ke sungai.
  • Who?
    DLH Kabupaten Bandung Barat, tim PPLH DLH Jawa Barat, sebuah perusahaan yang identitasnya belum diumumkan, serta warga dan petani sekitar Sungai Cihaur terlibat dalam penanganan dan dampak pencemaran.
  • Where?
    Pencemaran terjadi di Sungai Cihaur, Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, termasuk pada saluran pembuangan yang diduga terhubung dengan perusahaan.
  • When?
    Tim DLH KBB dan DLH Jawa Barat memeriksa lokasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH KBB menyampaikan perkembangan penanganan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
  • Why?
    Pencemaran diduga berasal dari pembuangan limbah perusahaan ke Sungai Cihaur. Kepastian sumber, kandungan pencemar, dan tingkat pelanggaran masih menunggu hasil pengujian laboratorium.
  • How?
    Petugas mengambil sampel di hulu sungai, hilir setelah titik pencemaran, dan outlet perusahaan terduga. Sampel diuji di laboratorium sebagai rujukan penentuan sanksi oleh tim penanganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sungai Cihaur di Bandung Barat jadi merah, berbusa, dan bau. Warga bilang air kotor ini sudah lama masuk ke sungai. Petugas menemukan perusahaan yang diduga membuang limbah. Mereka mengambil air di tiga tempat untuk diperiksa di laboratorium. Nama perusahaannya belum diberi tahu. Petani memakai air dari hulu yang lebih bersih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan awal pencemaran Sungai Cihaur menunjukkan respons pengawasan yang terukur. DLH KBB dan Jawa Barat telah turun langsung, mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat, serta mengambil sampel dari hulu, hilir, dan outlet untuk diuji di laboratorium. Langkah ini memberi dasar yang lebih objektif bagi penetapan tingkat pelanggaran dan sanksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Penyebab pencemaran Sungai Cihaur, Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai terungkap. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB sudah mengantongi nama perusahaan yang diduga membuat aliran air sungai tersebut berwarna merah, berbusa, dan berbau menyengat.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH KBB, Ilmi Royan Galih Surya mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dengan tim dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

"Sudah diperiksa dan kami cek ke lokasi di hari Sabtu 8 Agustus 2026. Tim PPLH kami bersama tim PPLH Provinsi langsung ke lapangan," kata Galih, Rabu (12/8/2026).

1. Pemkab Bandung Barat belum mau sebut nama perusahaan tersebut

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Galih mengungkapkan, petugas telah mengidentifikasi perusahaan yang diduga berkaitan dengan pencemaran Sungai Cihaur. Namun, identitas perusahaan tersebut belum dapat diumumkan kepada publik.

"Sudah ada suspect-nya. Pada intinya kami juga kantongi perusahaan yang terduga buang limbah ke sana," ucapnya.

Dia menjelaskan, tim pengawas lingkungan juga telah mengambil sejumlah sampel untuk memastikan sumber dan tingkat pencemaran yang terjadi di sungai tersebut.

2. Sanksi akan diberikan setelah proses pendalaman selesai

Ilustrasi pencemaran zat kimia akibat pertambangan ilegal

Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik, yakni bagian hulu sungai sebelum lokasi pencemaran, bagian hilir setelah titik pencemaran, serta saluran pembuangan atau outlet milik perusahaan yang diduga menjadi sumber limbah.

Seluruh sampel tersebut selanjutnya akan diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan pencemar dan tingkat pelanggaran terhadap baku mutu lingkungan.

"Hasilnya nanti jadi rujukan tim dalam menentukan sanksi," kata Galih.

Menurut dia, kewenangan untuk mengumumkan identitas perusahaan terduga pencemar berada di tangan PPLH DLH Jawa Barat yang saat ini menangani proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kami enggak bisa ungkap karena penanganan kasus ini oleh PPLH DLH Jabar, jadi yang berhak mengumumkan siapa tersangkanya ada di mereka," ucapnya.

3. Warga mengeluhkan temuan pencemaran Sungai Cihaur

ilustrasi pencemaran udara. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sebelumnya, kondisi Sungai Cihaur dikeluhkan warga karena diduga tercemar limbah industri. Cairan berwarna merah mengalir dari sebuah saluran pembuangan berukuran besar yang berada di sisi sungai.

Saluran yang tertanam di bawah tanah tersebut mengalirkan cairan langsung ke badan sungai. Selain berwarna merah, aliran air juga menimbulkan busa dan aroma tidak sedap yang tercium hingga ke sekitar bantaran sungai.

Warga sekaligus petani di sekitar Sungai Cihaur, Didin (50 tahun) mengatakan, pencemaran tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

"Sudah lama kondisi limbah masuk sini, hampir 25 tahun terakhir. Beberapa kali ditinjau petugas Satgas, lalu lokasi pembuangannya dipindahkan. Setelah itu, sekarang kembali seperti ini, berbusa," kata Didin.

Keluhan serupa disampaikan Ajo (40 tahun). Dia mengaku memilih menggunakan air dari bagian hulu sungai yang lebih bersih untuk mengairi tanaman palawija miliknya agar tidak terdampak pencemaran.

"Sungai tercemar merugikan petani dan nelayan. Ikan juga semakin sulit dipancing," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article