Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aksi Nyata Dadang, Tokoh Masyarakat yang Ubah Geng Motor jadi Atlet MMA

Kab. Sukabumi
3 min read
Aksi Nyata Dadang, Tokoh Masyarakat yang Ubah Geng Motor jadi Atlet MMA
Dadang Kuswandi, tokoh Sukabumi diberi penghargaan IJTI Awards di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
  • Dadang Kuswandi menerima penghargaan IJTI Korda Sukabumi Raya atas pembinaan mantan anggota geng motor melalui Rumah Inspirasi Alus Pisan menjadi atlet MMA dan kick boxing.
  • Pembinaan RIAP mengarahkan keberanian mantan anggota geng motor ke olahraga prestasi, sekaligus membantu menjaga kondusivitas dan mencegah gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.
  • Atlet binaan RIAP mencatat prestasi regional hingga nasional, termasuk Ramdan, Mulki Al Khoeri, dan Andra Alamsyah; Dadang juga menekankan sinergi figur publik dengan media.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sukabumi, IDN Times - Di saat banyak orang memilih menjauhi para mantan anggota geng motor, Dadang Kuswandi justru merangkul mereka dan menyulapnya menjadi pengukir prestasi di atas ring. Berkat aksi nyata yang mengubah keresahan sosial menjadi kebanggaan daerah ini, tokoh masyarakat Sukabumi tersebut resmi diganjar penghargaan bergengsi dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan IJTI Award yang digelar di Grand Inna Samudera Beach Hotel, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sebagai bentuk apresiasi atas konsistensinya menginspirasi warga.

  1. 1. Menyulap energi negatif jadi prestasi di ring MMA

    Kick Boxing (pexels.com/Gleb Krasnoborov)
    Kick Boxing (pexels.com/Gleb Krasnoborov)

    Melalui wadah Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP), Dadang Kuswandi aktif membina para mantan anggota geng motor. Ia mengarahkan energi keberanian mereka yang sebelumnya rentan memicu konflik ke arah yang jauh lebih positif, yakni dengan menggembleng mereka menjadi atlet Mixed Martial Arts (MMA) dan Kick Boxing.

    Berkat tangan dingin dan konsistensinya, nama Sukabumi kini harum di kancah regional hingga nasional lewat berbagai prestasi gemilang yang ditorehkan oleh tim MMA dan Kick Boxing RIAP. Tidak hanya melahirkan bakat-bakat muda yang berprestasi, wadah kreatif ini juga terbukti ampuh menjaga kondusivitas serta mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    "Terima kasih saya sudah diberi kepercayaan sebagai teladan inspirasi. Cuma kepercayaan ini bukan hanya buat saya, tapi buat masyarakat Kota Sukabumi," ujar Founder RIAP Dadang Kuswandi, Senin (28/9/2026).

  2. 2. Deretan prestasi atle MMA dari RIAP

    IMG_9148.jpeg
    Atlet MMA Sukabumi sumbang medali emas dalam BK Porprov Jabar (dok. IDN Times)

    Prestasi yang ditorehkan para atlet MMA yang dulunya merupakan anggota geng motor itu bukan kaleng-kaleng. Misalnya Ramdan, remaja berusia 20 tahun pernah mendapatkan gelar juara usai mengalahkan atlet dari Karawang, Jawa Barat.

    Ia adalah salah satu atlet Mixed Martial Arts (MMA) yang pernah mewakili Jawa Barat dalam kejuaraan nasional. Di bawah binaan BO.S.S X Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP), Ramdan dengan percaya diri tampil dan pernah berlaga di ajang IBCA-MMA memperebutkan Piala Menpora dan Kasau.

    Selain itu, dua atlet lainnya yaiti Mulki Al Khoeri dan Andra Alamsyah, meraih hasil membanggakan dalam ajang Laindel Combat Sport Vol 2. Keduanya sukses mengalahkan lawan yang juga berstatus atlet Pekan Olahraga Nasional (PON).

  3. 3. Pentingnya berkolaborasi dengan berbagai pihak

    ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna)
    ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna)

    Di sela-sela acara yang sama, Dadang turut menyoroti pentingnya membangun sinergitas yang kuat antara figur publik dan insan pers. Menurutnya, media memiliki peran krusial dalam merawat iklim informasi sekaligus mengawal kemajuan daerah agar terus bergerak ke arah yang lebih baik.

    Hubungan yang erat dan saling mendukung ini diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, di mana satu sama lain saling membutuhkan untuk keberlangsungan hidup bersama.

    "Secara tidak langsung, saya dan media itu bagaikan dua mata uang yang tidak terpisahkan. Di mana kami butuh media buat informasi, dan media butuh kita sebagai sumber kehidupan dan perjalanan ke depan. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas penghargaan ini," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More