Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belum Ramah Disabilitas, Trotoar Gasibu Kembali Dikritik

Kota Bandung
3 min read
Belum Ramah Disabilitas, Trotoar Gasibu Kembali Dikritik
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Kopeka Bandung menilai trotoar Gasibu belum aksesibel bagi penyandang disabilitas, terutama karena ramp penyeberangan tidak menyatu dengan aspal dan minim pegangan.

  • Meski telah dua kali direvitalisasi, Kopeka meminta pemerintah melibatkan komunitas pejalan kaki, penyandang disabilitas, dan perguruan tinggi sejak perencanaan hingga evaluasi pembangunan.

  • Pemprov Jabar menyatakan penataan trotoar Gasibu belum selesai atau dibuka penuh; kemiringan ramp yang terlalu curam sedang dievaluasi untuk diperbaiki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Penataan trotoar kawasan Gasibu kembali menjadi sorotan oleh kelompok pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Trotoar yang sebelumnya viral karena terlalu tinggi itu kembali dikritik karena perbaikannya tidak memudahkan akses untuk disabilitas.

Salah satu yang menyoroti hal ini yaitu Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) Bandung. Mereka menilai kondisi trotoar di kawasan Gasibu Bandung belum ramah bagi pejalan kaki, khususnya penyandang disabilitas.

Koordinator Kopeka Bandung, Muhammad Fadhil mengatakan, persoalan tersebut terlihat dari sejumlah bagian trotoar yang belum memenuhi aspek aksesibilitas bagi pengguna kursi roda.

Menurut Fadhil, salah satu persoalan yang ditemukan adalah ramp atau pelandaian trotoar yang tidak menyatu dengan permukaan aspal di titik penyeberangan.

"Di dalam kemiringan itu harus disediakan pegangan untuk rekan-rekan disabilitas. Gunanya agar rekan-rekan disabilitas bisa memegang pegangan itu dan tidak mudah untuk jatuh ke bawah," ujar Fadhil, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Disebut tidak sesuai dengan fungsi

    IMG_20260831_151124.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Fadhil menilai, kondisi tersebut cukup ironis karena trotoar Gasibu telah mengalami dua kali revitalisasi. Secara visual, kata dia, trotoar memang terlihat bagus, tetapi belum sesuai dengan fungsi fasilitas pejalan kaki yang inklusif.

    "Secara fungsi itu tidak sama sekali sesuai dengan fungsinya begitu dibangunnya trotoar di Gasibu," ucapnya.

    Kopeka juga meminta pemerintah melibatkan komunitas pejalan kaki dan penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan hingga pengecekan setelah pembangunan. Fadhil menilai pelibatan pengguna diperlukan agar pembangunan fasilitas pejalan kaki tidak kembali menimbulkan persoalan teknis.

    "Terutama rekan-rekan disabilitas gitu harus diutamakan. Karena standar inklusif itu bukan standar kita non-disabilitas," katanya.

  2. 2. Pembangunan belum selesai

    IMG_20260803_123638.jpg
    Suasana pembangunan lapangan Gedung Sate dan Gasibu. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Fadhil berharap kawasan Gasibu sebagai salah satu kawasan penting di Jawa Barat dapat menjadi contoh pembangunan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman bagi semua pengguna.

    Fadhil juga mengusulkan pemerintah melibatkan kalangan perguruan tinggi untuk membantu merancang trotoar yang lebih ramah disabilitas.

    Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penataan trotoar di kawasan Gasibu Bandung belum selesai dan belum dibuka untuk umum.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar mengatakan, kondisi fisik trotoar yang saat ini terlihat di lapangan belum merupakan hasil akhir dari proyek revitalisasi kawasan tersebut.

    "Jadi pada prinsipnya berdasarkan informasi dari DBMPR, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, pengerjaan atau penataan trotoar lapangan Gasibu ini sampai dengan sekarang memang belum selesai, belum sampai 100 persen," ujar Adi Komar, Senin (28/9/2026).

  3. 3. Pemprov Jabar siap evaluasi

    IMG_20260803_123640.jpg
    Suasana pembangunan lapangan Gedung Sate dan Gasibu. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Adi Komar mengatakan, sejumlah pekerjaan masih berlangsung di kawasan Gasibu dan sekitarnya. Pemprov Jabar juga terus melakukan evaluasi terhadap bagian-bagian yang dinilai belum sesuai, termasuk akses bagi penyandang disabilitas.

    Salah satu bagian yang sedang dievaluasi adalah pelandaian trotoar yang dinilai terlalu curam bagi pengguna kursi roda. Adi memastikan bagian tersebut akan disempurnakan agar lebih aman dan nyaman.

    "Ya, kemarin untuk yang ketinggian dari jalan atau trotoar tersebut yang untuk difabel yang dirasakan terlalu curam atau kemiringannya terlalu tajam itu dievaluasi. Saat ini sedang dievaluasi dan tentunya agar lebih maksimal lagi dari sisi keamanan dan kenyamanan nanti akan disesuaikan, akan disempurnakan lagi, akan diperbaiki lagi," ujarnya.

    Adi menegaskan, trotoar tersebut saat ini belum difungsikan sebagai fasilitas umum secara penuh. Hal itu ditandai dengan masih adanya penghalang di sejumlah bagian kawasan.

    "Belum final memang ya, tentunya evaluasi-evaluasi yang kemarin itu jadi bentuk evaluasi secara menyeluruh," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More