Respons Dedi Mulyadi Setelah Bupati Bekasi Ade Kaunang Kena OTT KPK

- KPK melakukan OTT terhadap Bupati Bekasi Ade Kaunang terkait dugaan suap proyek.
- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta semua pihak menunggu pernyataan resmi dari KPK.
- Dedi Mulyadi memiliki kedekatan dengan Ade Kuswara dalam konteks kebijakan penataan wilayah dan normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi.
Bandung, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Ade ditangkap terkait dengan perkara dugaan suap proyek.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons atas peristiwa tersebut. Dia pun meminta semua pihak untuk menunggu pernyataan resmi dari KPK.
"Kita tunggu pernyataan resminya, kan sampai hari ini belum ada pernyataan resminya," ujar Dedi saat diwawancarai di Bandung, dikutip Sabtu (20/12/2025).
1. Akui dekat dengan Bupati Bekasi

Dedi mengaku memang memiliki kedekatan dengan Ade Kuswara, terutama dalam konteks kebijakan penataan wilayah dan normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi. Menurut dia Ade menunjukkan perhatian besar terhadap persoalan lingkungan dan kawasan kumuh.
"Tetapi tentunya saya termasuk yang dekat ya dengan Bupati Bekasi karena memang sejak kepemimpinan awalnya sangat terhadap normalisasi sungai dan penataan Bekasi yang sudah lama kumuh," katanya.
2. Sudah sering mengingatkan kepala daerah soal korupsi

Meski demikian, Dedi menegaskan, dalam beberapa momentum ia sudah sering mengingatkan kepala daerah agar menjalankan pemerintahan sesuai prinsip kepatuhan dan tidak melanggar aturan.
"Dan selama ini juga kalau bertemu dia selalu ngingetin, saya bilang gak boleh ada hal-hal yang kira-kira bertentangan dengan prinsip-prinsip kepatutan. Saya selalu mengingatkan dia, dan dia mengatakan enggak ada pak," ujar Dedi.
Terkait OTT yang kini menyeret nama Ade Kuswara, Dedi menyebut kejadian tersebut berada di luar nasihat yang selama ini ia sampaikan kepada bupati.
"Tapi kalau sekarang terjadi ya itu di luar apa yang saya sampaikan selama ini pada bupati," ucap Dedi.
3. Jangan sampai terjadi kembali kepala daerah lain untuk terlibat korupsi di Jabar

Dedi pun berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di Jawa Barat. Ia menegaskan pentingnya konsistensi seluruh pejabat publik dalam menjalankan roda pemerintahan secara bersih dan bertanggung jawab.
"Yang lainnya tidak boleh lagi terjadi di Jabar, semua orang harus konsisten pada upaya-upaya menjalankan pemerintahan secara baik," kata dia.


















