Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Destinasi Alam Laris, Kuningan Tembus Top 10 Wisata Jabar

Telaga Cicerem
Telaga Cicerem
Intinya sih...
  • Kuningan mencatat pertumbuhan kunjungan wisnus 36,55% selama 2025
  • Wisata alam dan konservasi menjadi daya tarik utama dengan pengalaman berbasis lingkungan
  • Kabupaten Kuningan berkontribusi sekitar 1,69% terhadap total perjalanan wisnus di Jawa Barat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kuningan, IDN Times - Kabupaten Kuningan tercatat masuk dalam sepuluh besar daerah potensi utama tujuan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Jawa Barat sepanjang Januari hingga Desember 2025. Capaian ini didorong oleh peningkatan signifikan jumlah perjalanan wisnus yang berkunjung ke wilayah tersebut sepanjang tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan secara kumulatif Kabupaten Kuningan membukukan 3,59 juta perjalanan wisnus selama 2025. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2,63 juta perjalanan.

“Secara tahunan, kunjungan wisnus ke Kabupaten Kuningan tumbuh 36,55 persen. Pertumbuhan ini tergolong tinggi dan menempatkan Kuningan sebagai salah satu daerah dengan kinerja kunjungan wisata yang menonjol di Jawa Barat,” ujar Margaretha, Selasa (3/2/2026).

1. Pertumbuhan Kuningan lebih tinggi dari sejumlah daerah besar

Gunung Ciremai (instagram.com/telusurkuningan)
Gunung Ciremai (instagram.com/telusurkuningan)

Berdasarkan data BPS Jawa Barat, meski volume perjalanan wisnus Kuningan masih berada di bawah beberapa daerah dengan destinasi utama seperti Kabupaten Bogor dan Kota Bandung, laju pertumbuhannya melampaui sejumlah wilayah lain yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata unggulan.

Margaretha menjelaskan, pertumbuhan wisnus Kuningan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Sumedang yang tumbuh 28,70 persen maupun Kabupaten Pangandaran yang mencatatkan pertumbuhan 12,25 persen. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran minat wisatawan domestik menuju destinasi alternatif berbasis alam dan ekowisata.

“Dari sisi dinamika, daerah dengan basis wisata alam dan konservasi menunjukkan tren peningkatan kunjungan yang cukup kuat sepanjang 2025,” katanya.

2. Wisata alam dan konservasi jadi daya tarik utama

Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan
Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan di Kabupaten Kuningan

BPS mencatat, peningkatan kunjungan wisnus ke Kabupaten Kuningan erat kaitannya dengan daya tarik kawasan Gunung Ciremai, desa wisata, serta destinasi alam pegunungan yang menawarkan pengalaman wisata berbasis lingkungan dan udara sejuk.

Menurut Margaretha, pola perjalanan wisnus sepanjang 2025 memperlihatkan kecenderungan wisatawan memilih destinasi yang relatif tidak terlalu padat, namun memiliki nilai pengalaman dan keberlanjutan yang tinggi. Kondisi ini menguntungkan daerah seperti Kuningan yang memiliki karakteristik alam yang kuat.

“Wisatawan Nusantara kini tidak hanya mempertimbangkan jarak dan biaya, tetapi juga kualitas lingkungan dan pengalaman wisata. Ini menjadi peluang bagi daerah-daerah dengan potensi alam yang terjaga,” ujarnya.

3. Kontribusi terhadap perjalanan wisatawan Nusantara Jawa Barat

Kolam Cibulan (instagram.com/trianrf)
Kolam Cibulan (instagram.com/trianrf)

Secara keseluruhan, BPS Jawa Barat mencatat terdapat 122,33 juta perjalanan wisnus yang menjadikan 12 daerah potensi wisata sebagai tujuan utama sepanjang Januari–Desember 2025. Dua belas daerah tersebut menyumbang 57,77 persen dari total perjalanan wisnus di Jawa Barat.

Kabupaten Kuningan berkontribusi sekitar 1,69 persen terhadap total perjalanan wisnus di tingkat provinsi. Meski proporsinya belum sebesar daerah metropolitan, tren pertumbuhan yang konsisten dinilai memperkuat posisi Kuningan dalam peta pariwisata regional.

Margaretha menegaskan, capaian ini menjadi sinyal positif bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengelolaan destinasi, meningkatkan amenitas, serta menjaga keberlanjutan lingkungan agar pertumbuhan wisata tidak berdampak negatif.

“Ke depan, tantangannya adalah bagaimana pertumbuhan kunjungan ini diiringi dengan kualitas layanan dan pelestarian kawasan wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Margaretha.

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Respons Dedi Mulyadi Atas Instruksi Perangi Sampah Presiden Prabowo

03 Feb 2026, 21:05 WIBNews