Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demi Bayar Utang, Sopir Sayur di Sukabumi Pura-pura Jadi Korban Begal

IMG_0703.jpeg
Potongan video sopir sayur ngaku dibegal (dok IDN Times)
Intinya sih...
  • Tidak ada pembegalan, hanya rekayasa
  • Kapolsek Cisaat mengungkapkan bahwa sopir sayur tersebut sengaja melakukan rekayasa pembegalan demi kepentingan pribadinya. Uang dan handphone tidak hilang.
  • Nekat rekayasa karena terlilit utang
  • Sopir sayur tersebut nekat merekayasa kejadian karena terdesak kebutuhan ekonomi. Kasusnya tidak berlanjut ke tahap penyidikan lanjutan karena pemilik uang tidak membuat laporan resmi.
  • Tidak ada pembegalan, hanya rekayasa
    • Polisi mengungkap sopir sayur sengaja melakukan rekayasa pembegalan demi kepentingan pribadinya
    • Uang dan handphone yang disebut hilang ternyata masih berada dalam penguasaan pria tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Media sosial digegerkan dengan sebuah video seorang sopir sayur yang mengaku dibegal. Namun hasil penyelidikan polisi ternyata mengungkap fakta sebaliknya.

Dalam video yang diterima IDN Times, Minggu (1/2/2026) memperlihatkan kondisi sang sopir di dalam mobil pick up. Video yang berdurasi 1 menit 30 detik itu menunjukkan kaki dan tangan sopir terikat tali.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/1) lalu di Jalan Lingkar Selatan, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Usai menerima laporan video viral tersebut, pihak Polsek Cisaat bersama Jatanras Polres Sukabumi Kota langsung melakukan penyelidikan.

1. Terungkap tak ada pembegalan

IMG_0699.jpeg
Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto (IDN Times/Siti Fatimah)

Kapolsek Cisaan AKP Yanto Sudiarto mengungkapkan, aksi dugaan pembegalan tersebut tidak benar. Sopir sayur yang berinisial N sengaja melakukan rekayasa pembegalan demi kepentingan pribadinya.

"Setelah kami lakukan penyelidikan, alhamdulillah kebenarannya sudah terungkap. Kejadian pembegalan itu tidak benar. Yang bersangkutan sengaja melakukan itu untuk kepentingan pribadi, seolah-olah dirinya dibegal," kata Yanto.

N mengaku mengikat dirinya sendiri sejak pukul 04.00 WIB dan baru ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB. Polisi menegaskan tidak ada peristiwa pembegalan seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

"Video itu bohong. Tidak ada pembegalan, seolah-olah dia korban, padahal tidak," ujarnya.

2. Uang dan handphone sengaja disembunyikan

Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ada barang yang hilang. Uang Rp9,3 juta dan telepon genggam yang disebut-sebut diambil pelaku pembegalan ternyata masih berada dalam penguasaan pria tersebut.

"Faktanya uang dan HP masih ada pada yang bersangkutan, tidak ada pembegalan," tegasnya.

Polisi juga memastikan pria tersebut mengikat dirinya sendiri untuk memperkuat skenario seolah menjadi korban kejahatan jalanan. "Diikat sendiri, tidak ada orang lain. Seolah-olah dia diikat oleh pelaku pembegalan, padahal tidak," kata Yanto.

3. Nekat rekayasa pembegalan karena terlilit utang

ilustrasi utang (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
ilustrasi utang (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

N nekat merekayasa kejadian karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia mengaku terlilit utang dan membutuhkan uang dalam waktu cepat.

"Hasil pemeriksaan, pengakuannya dia butuh uang karena terlilit utang," ungkapnya.

Terkait proses hukum, Yanto menjelaskan kasus tersebut tidak berlanjut ke tahap penyidikan lanjutan. Pasalnya, pihak yang memiliki uang tidak membuat laporan resmi ke kepolisian.

"Yang bersangkutan merupakan karyawan sebagai sopir sayuran. Pemilik uang tidak membuat laporan, sehingga tidak ditindaklanjuti ke proses berikutnya," jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Mulai Hari Ini, Commuter Line Bandung Diperpanjang Hingga Cicalengka

01 Feb 2026, 12:32 WIBNews