Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setahun Farhan Pimpin Bandung: Bangun Fondasi, Warga Menanti Perubahan

WhatsApp Image 2026-01-31 at 16.34.225.jpeg
IDN Times/Humas Bandung
Intinya sih...
  • Fondasi lima tahun vs harapan cepat warga kotaFarhan menegaskan pentingnya meletakkan dasar pembangunan untuk visi Bandung yang berkelanjutan selama lima tahun.
  • Turun ke RW, janji kedekatan yang masih diujiProgram Siskamling Siaga Bencana dan Prakarsa menjadi upaya Farhan untuk turun langsung ke kelurahan dan RW, namun eksekusi kebijakan masih dinilai lambat.
  • Penataan kota dan branghang, ujian janji perubahanJanji penataan kota yang lebih adil dan manusiawi diuji dengan persoalan branghang di Kota Bandung, publik menunggu solusi konkret dari pemerintah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada 20 Februari 2026, mendatang ternyata masih banyak narasi besar tentang perubahan yang dinantikan masyarakat. Sementara, Farhan masih berargumen jika pada tahun pertama kepemimpinanannya menjadi dasar untuk “meletakkan fondasi” pembangunan dan perubahan Kota Bandung.

Narasi ini ia sampaikan di tengah beragam kritik publik yang menilai perubahan di tingkat akar rumput belum terasa signifikan. Farhan mengakui dinamika tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan politik di kota besar seperti Bandung.

“Saya menyadari saya punya banyak kekurangan. Ada kritik, ada fitnah, ada yang ngaraco. Tapi itu hal biasa,” ujarnya.

1. Fondasi lima tahun vs harapan cepat warga kota

WhatsApp Image 2026-01-31 at 13.34.19.jpeg
IDN Times/Humas Bandung

Farhan menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak bisa dinilai dari satu tahun pertama saja. Menurutnya, periode awal ini adalah tahap penting untuk memastikan visi Bandung unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis berjalan berkelanjutan selama lima tahun.

“Apa yang terjadi di tahun pertama adalah upaya meletakkan dasar agar visi Bandung bisa berkelanjutan minimal lima tahun ke depan,” kata Farhan.

Namun, narasi fondasi ini berhadapan langsung dengan realitas warga yang setiap hari masih berkutat dengan persoalan klasik kota besar yakni banjir di sejumlah titik, sampah, keamanan lingkungan, hingga penataan kawasan permukiman padat.

2. Turun ke RW, janji kedekatan yang masih diuji

WhatsApp Image 2026-01-31 at 16.34.24.jpeg
IDN Times/Humas Bandung

Salah satu janji politik Farhan saat maju sebagai Wali Kota Bandung adalah menghadirkan kepemimpinan yang dekat dengan warga, responsif, dan berbasis persoalan lapangan. Hal ini coba diwujudkan melalui Program Siskamling Siaga Bencana dan Prakarsa, yang membuat Farhan turun langsung ke kelurahan dan RW bersama OPD.

“Saya keliling ke setiap kelurahan dan RW. Dari situ saya menemukan banyak permasalahan, tapi juga selalu ada solusi,” ungkapnya.

Pendekatan ini sejalan dengan janji kampanye Farhan tentang tata kelola pemerintahan yang terbuka dan partisipatif. Namun, kritik muncul ketika kedekatan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kecepatan eksekusi kebijakan.

Bagi sebagian warga, kehadiran wali kota di lingkungan mereka masih terasa sebagai tahap mendengar dan memetakan masalah, bukan menyelesaikan secara tuntas. Janji tentang pelayanan publik yang sigap dan birokrasi yang lincah pun kembali diuji di lapangan.

3. Penataan kota dan branghang, ujian janji perubahan

WhatsApp Image 2026-01-31 at 16.34.23.jpeg
IDN Times/Humas Bandung

Dalam kampanyenya, Farhan juga membawa janji penataan kota yang lebih adil dan manusiawi, termasuk pembenahan kawasan kumuh dan permukiman bermasalah. Salah satu contoh yang kini mencuat adalah persoalan branghang di sejumlah titik Kota Bandung.

Farhan menyebut, di sekitar kawasan Lodaya terdapat 46 titik branghang bermasalah yang akan dibongkar.

“Tidak mudah, karena rumahnya sudah lama,” ujarnya.

Kasus ini menjadi ujian konkret atas janji penataan kota yang berkeadilan. Publik menunggu, apakah rencana pembongkaran akan disertai solusi hunian, relokasi, atau skema sosial yang jelas bagi warga terdampak—atau justru berakhir sebagai wacana yang berlarut-larut.

Farhan mengklaim sudah melihat contoh solusi yang bisa direplikasi, seperti di Jalan Tengku Angkasa.

“Itu membuka mata saya bahwa permasalahan di wilayah sebenarnya sudah ada solusinya,” tuturnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Mulai Hari Ini, Commuter Line Bandung Diperpanjang Hingga Cicalengka

01 Feb 2026, 12:32 WIBNews