Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penggunaan Insinerator, Farhan: Keputusan Akhir Ditangan Menteri LH

IMG_20251126_114256.jpg
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Fokus penanganan di hulu
    • Pemkot Bandung akan fokus pada penanganan sampah dari hulu, dengan program Gaslah, Gober, dan Mamang Sampah.
    • Optimalkan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan sesuai arahan Presiden dan kebijakan menteri.
    • Ikuti seluruh arahan pemerintah pusat
      • Pemkot Bandung siap melaksanakan arahan Presiden RI terkait kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.
      • Mengikuti instruksi Presiden dalam membangun budaya bersih dan tanggung jawab bersama.
      • Siap
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung sudah tidak menggunakan insinetor sementara waktu dalam mengelola penumpukan sampah. Hal ini sesuai dengan arahan dari Menteri Lingkungan Hidup (LH).

Meski demikian, Farhan menyebut bahwa pemakaian alat tersebut bukan berarti berhenti total. Saat ini seluruh insinerator di Kota Bandung sedang diuji ulang oleh Sucofindo bersama perguruan tinggi mitra Pemerintah Kota Bandung.

Hasil pengujian tersebut akan disampaikan kepada Menteri LH sebagai bahan pertimbangan lanjutan. “Setelah hasil uji disampaikan, keputusan akhir sepenuhnya berada pada kewenangan Menteri Lingkungan Hidup,” kata Farhan melalui siaran pers, Selasa (3/2/2026).

1. Fokus penanganan di hulu

IMG_20260126_092436.jpg
Peresmian petugas pemilah dan pengolah sampah (GASLAH) di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menjelaskan, arah kebijakan pengelolaan sampah Kota Bandung akan difokuskan pada penanganan dari hulu, baik di tingkat RW maupun kawasan berpengelola, guna mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPA.

Pemkot Bandung juga akan mengoptimalkan program Gaslah, Gober, Mamang Sampah, serta penyapu jalan, sebagai bagian dari upaya membudayakan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah harus menjadi budaya bersama, selaras dengan arahan Presiden dan kebijakan menteri,” ucap Farhan.

2. Ikuti seluruh arahan pemerintah pusat

IMG_20260126_092547.jpg
Peresmian petugas pemilah dan pengolah sampah (GASLAH) di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di sisi lain, Pemkot Bandung siap melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, sekaligus mematuhi kebijakan Menteri Lingkungan Hidup mengenai penghentian sementara pengolahan sampah secara termal.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan usai menerima arahan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul International Convention Center, kemarin.

Dalam arahannya, Prabowo menekankan pentingnya keteladanan langsung dari pimpinan negara dan daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Presiden bahkan menginstruksikan agar seluruh menteri dan jajaran pemerintah pusat melakukan kegiatan membersihkan lingkungan minimal 30 menit sebelum masuk kantor, serta meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, dan institusi pendidikan untuk terlibat aktif dalam gerakan bersih-bersih.

Menanggapi arahan tersebut, Farhan menyatakan, Kota Bandung siap mengikuti dan mengimplementasikan instruksi Presiden sebagai bagian dari upaya membangun budaya bersih dan tanggung jawab bersama.

“Arahan Presiden menjadi pengingat penting bahwa kebersihan lingkungan harus dimulai dari pimpinan dan dilakukan secara konsisten. Kota Bandung siap menjalankannya,” ujar Farhan.

3. Siapkan ribuan pekerja pemilah sampah

IMG_20260126_092530.jpg
Peresmian petugas pemilah dan pengolah sampah (GASLAH) di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Pekan lalu, Pemkot Bandung telah meluncurkan program gerakan memilah sampah melalui keberadaan petugas pemilih dan pengolah sampah (Gaslah). Terdapat sedikitnya 1.596 petugas yang akan berkeliling setiap rukun warga (RW) di Bandung untuk mengingatkan dan membawa sampah organik yang telah dipilah masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan peluncuran Gaslah dipercepat karena kondisi darurat pengelolaan sampah. Saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengolah sampah dan keberadaan para petugas ini diharap bisa menjadi jembatan pemkot agar warga bisa semakin rajin memilah sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sementara (TPS)

"Hari ini kita meluncurkan Gaslah. Waktunya memang dipercepat karena kita sedang mengalami krisis pengelolaan sampah. Setelah insinerator dilarang, kita merespons dengan meluncurkan Gaslah,” ujar Farhan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Dedi Mulyadi Siap Implementasi Gentengisasi Arahan Presiden Lewat IMB

03 Feb 2026, 18:21 WIBNews