Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Refleksi Hari Kartini, Peran Kepemimpinan Perempuan Kian Menguat
Refleksi Hari Kartini, Peran Kepemimpinan Perempuan Kian Menguat (Dok. IDN Times )
  • Momentum Hari Kartini menyoroti peningkatan peran perempuan sebagai penggerak perubahan di dunia kerja modern, dengan kemampuan beradaptasi dan kepemimpinan yang berlandaskan empati serta integritas.
  • Perempuan dinilai mendorong budaya kerja kolaboratif melalui komunikasi efektif dan pendekatan work-life harmony, menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan mendukung kesejahteraan psikologis.
  • BDO Indonesia menegaskan pentingnya kepemimpinan inklusif dengan representasi seimbang gender, memperkuat nilai keberagaman dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan organisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Momentum Hari Kartini kembali menjadi pengingat tentang perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam memperluas perannya di berbagai bidang. Di tengah dinamika dunia kerja modern, perempuan kini tidak hanya hadir sebagai pelaksana peran, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dalam organisasi.

Perubahan tersebut terlihat dari semakin luasnya ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, membangun kolaborasi, hingga memimpin tim. Peran ini juga berkembang seiring dengan tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis.

BDO di Indonesia menilai semangat Kartini masa kini tidak lagi sekadar berbicara tentang kesetaraan. Lebih dari itu, perempuan dinilai mampu menghadirkan nilai melalui integritas, kehadiran, serta kemampuan menjaga harmoni antara kehidupan profesional dan personal.

Melalui refleksi yang disampaikan oleh para profesional perempuan lintas generasi, BDO melihat bahwa perempuan kini turut membentuk cara organisasi bekerja, berkolaborasi, dan memimpin di era modern.

1. Kepemimpinan perempuan semakin relevan di era modern

ilustrasi perempuan sedang memegang tablet dan handphone (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan kerap menjalankan berbagai peran secara bersamaan, baik di ranah profesional maupun personal. Kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan di tengah berbagai tanggung jawab tersebut menjadi kekuatan yang sering kali tidak terlihat, tetapi memiliki dampak besar.

Pengalaman menjalani berbagai peran itu juga membentuk gaya kepemimpinan yang khas. Kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan melalui jabatan formal atau otoritas, tetapi melalui konsistensi, empati, dan kemampuan memahami situasi.

Pendekatan ini semakin relevan dalam dunia kerja yang menuntut stabilitas dan kepercayaan. Integritas serta ketenangan dalam menghadapi dinamika menjadi fondasi penting dalam membangun kredibilitas.

Johanna Gani, salah satu leader BDO di Indonesia, mengatakan jika kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh hasil, tetapi juga oleh nilai dan cara seseorang membangun hubungan di dalam tim.

"Perempuan memiliki kekuatan untuk menghadirkan perspektif yang lebih kolaboratif dan berorientasi jangka panjang, yang pada akhirnya berperan penting dalam membentuk masa depan organisasi," kata Johanna, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (21/4/2026).

2. Perempuan mendorong budaya kerja yang lebih kolaboratif

Ilustrasi perempuan karier (pexels.com/Photo by Anna Shvets)

Di berbagai sektor profesional, termasuk industri audit yang dikenal dengan kompleksitas tinggi, peran perempuan semakin signifikan. Tidak hanya dalam menjaga kualitas pekerjaan, tetapi juga dalam membangun pola kerja yang lebih kolaboratif.

Perempuan dinilai mampu menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif dalam bekerja. Hal ini tercermin dari cara mereka membangun komunikasi, menjaga hubungan kerja, serta mendorong kerja tim yang lebih efektif.

Perubahan ini juga mendorong munculnya pendekatan work-life harmony, yang lebih fleksibel dibandingkan konsep keseimbangan kerja yang kaku. Pendekatan ini memungkinkan individu menemukan ritme yang selaras antara kehidupan pribadi dan profesional.

Lingkungan kerja yang kolaboratif dan aman secara psikologis pun menjadi faktor penting agar perempuan dapat berkembang dan mengambil peran strategis di dalam organisasi.

3. Komitmen mendorong kepemimpinan yang lebih inklusif

Refleksi Hari Kartini, Peran Kepemimpinan Perempuan Kian Menguat (Dok. IDN Times )

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi, organisasi juga dituntut untuk mendorong kepemimpinan yang inklusif. Hal ini mencakup penguatan kompetensi, integritas profesional, serta kesiapan untuk terus belajar.

BDO di Indonesia menilai bahwa keberagaman dalam kepemimpinan dapat membawa perspektif yang lebih luas dalam proses pengambilan keputusan. Hal tersebut juga menjadi salah satu langkah strategis organisasi dalam menghadapi perubahan di masa depan.

Komitmen ini tercermin dari bergabungnya Johanna Gani bersama para partner lainnya, yang memperkuat keseimbangan representasi perempuan dan laki-laki di tingkat kepemimpinan organisasi.

IGA Erna, yang juga merupakan leader BDO di Indonesia, mengatakan, perjalanan perempuan di dunia profesional sering kali penuh tantangan, namun dari situlah ketahanan dan karakter terbentuk.

"Kepemimpinan tidak harus ditunjukkan melalui cara yang agresif, tetapi melalui integritas, ketenangan, serta kemampuan untuk terus berkembang dan memberdayakan tim," ujar Erna.

Melalui momentum Hari Kartini, BDO di Indonesia melihat bahwa peran perempuan akan terus berkembang seiring perubahan zaman. Tidak hanya beradaptasi dengan dinamika, perempuan juga dinilai semakin berperan dalam membentuk arah masa depan organisasi, industri, dan masyarakat secara luas.

Editorial Team