Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kondisi Terkini Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jalur Nagreg Bandung
Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Volume kendaraan di Jalur Nagreg diprediksi meningkat pada malam H-3 Lebaran 2026, dengan arus dari Bandung ke Garut mulai padat dini hari.
  • Belum ada pengalihan arus karena kepadatan masih bisa diurai, namun polisi siaga di titik rawan curam dan licin akibat cuaca tak menentu.
  • Polda Jabar menurunkan 26.692 personel untuk pengamanan mudik, sementara Dishub memperkirakan 25,6 juta warga Jabar akan bepergian dengan puncak arus pada Rabu, 18 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 Maret 2026

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menyatakan bahwa Polda Jabar menyiapkan 26.692 personel gabungan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat.

H-7 lebaran

Arus mudik di wilayah Nagreg sudah mulai terjadi dengan 32.675 kendaraan dari arah Bandung dan 39.011 kendaraan menuju Garut atau Tasikmalaya.

18 Maret 2026

Dishub Jabar memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Idul Fitri, dengan volume kendaraan meningkat signifikan di jalur Nagreg sejak sore hingga malam hari.

pukul 16:00 WIB

Pantauan menunjukkan arus kendaraan di lingkar selatan Nagreg masih lancar tanpa kepadatan berarti baik roda dua maupun empat.

pukul 19:00 WIB

Data Posko Mudik Kabupaten Bandung mencatat total 143.766 kendaraan melintas di jalur Nagreg, meningkat dibanding puncak arus mudik tahun 2025.

kini

Petugas kepolisian tetap disiagakan di titik rawan jalur Nagreg untuk mengantisipasi cuaca hujan dan kondisi jalan menurun yang licin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Volume kendaraan di jalur Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, mengalami peningkatan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, dengan lonjakan signifikan diperkirakan terjadi pada malam hari H-3 Idul Fitri.
  • Who?
    Pemudik dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya, petugas kepolisian termasuk Kapospam Cikaledong Kompol Rizal Adam Al Hasan, serta personel gabungan Polda Jabar dan TNI terlibat dalam pengamanan arus mudik.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di jalur Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menjadi rute utama penghubung antara Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya.
  • When?
    Kondisi ini berlangsung pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Idul Fitri 2026, dengan pantauan terakhir sekitar pukul 16.00 hingga malam hari waktu setempat.
  • Why?
    Peningkatan arus kendaraan terjadi karena banyak warga mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal menuju kampung halaman menjelang libur Lebaran tahun 2026.
  • How?
    Lalu lintas masih terpantau lancar sore hari namun diprediksi padat malamnya; belum ada pengalihan arus dilakukan karena kepadatan masih bisa diurai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang mau pulang kampung lewat jalan Nagreg. Siangnya belum ramai, tapi malam nanti bisa ramai sekali. Polisi dan tentara sudah siap jaga supaya aman. Jalannya ada yang curam dan licin karena hujan, jadi harus hati-hati. Sekarang mobil dan motor masih bisa jalan normal tanpa dialihkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Situasi arus mudik di jalur Nagreg menunjukkan kesiapan yang baik dari berbagai pihak. Meskipun diprediksi terjadi peningkatan kendaraan pada malam hari, kepolisian memastikan kondisi masih terkendali tanpa perlu pengalihan arus. Kehadiran puluhan ribu personel gabungan serta kesiagaan petugas di titik rawan mencerminkan koordinasi matang demi kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Volume kendaraan di lingkar selatan Nagreg, Kabupaten Bandung diprediksi akan mengalami peningkatan malam hari pada H-3 lebaran, Rabu (18/3/2026). Para pemudik belum memperlihatkan memadati jalur tersebut pada sre hari.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, arus kendaraan pada pukul 16:00 WIB hari Rabu (18/3/2026) belum mengalami kepadatan yang signifikan baik roda dua dan empat atau kendaraan bus. Sehingga, peningkatan kemungkinan terjadi pada malam hari.

"Untuk nanti malam mungkin bisa ada peningkatan lalu lintas lagi, jadi mengingat tadi juga malam, jam satu dini hari sampai jam empat itu ada peningkatan arus kendaraan dari arah Bandung ke Garut," ujar Kapospam Cikaledong Nagreg, Kompol Rizal Adam Al Hasan saat ditemui di lokasi.

1. Arus kendaraan masih normal pada sore menjelang malam

Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Mengenai skema pengalihan arus, Rizal memastikan saat ini belum ditetapkan karena kepadatan yang terjadi di beberapa titik masih bisa diurai dan tidak ada penumpukan hingga mengekor.

"Untuk saat ini belum, jadi masih normal, belum ada pengalihan arus lalu lintas, jadi masih tetap yang mau ke Garut atau ke Tasikmalaya, masih melalui pos depan Cikaledong," katanya.

Arus mudik di wilayah ini sudah terjadi sejak H-7 lebaran dimana ada sebanyak 32,675 kendaraan melintas dari arah Bandung, dan 39.011 kendaraan arah Garut/Tasikmalaya. Sehingga, keputusan pada sidang isbat nantinya tidak akan berpengaruh terhadap volume kendaraan.

"Kalau untuk sidang isbat nanti tidak akan berpengaruh, karena memang masyarakat itu pasti sudah persiapan lebih awal untuk mudik ke kampung halamanya," kata dia.

"Jadi kalau untuk penentuan sidang isbat mempengaruhi ke volume kendaraan meningkat itu tidak jadi patokan, karena para pemudik itu patokan untuk pulang kampung ke kampung halamanya setelah libur," tuturnya.

2. Pemudik waspada banyak titik rawan

ilustrasi macet (unsplash.com/ui-martin)

Mengenai titik rawan di lingkar selatan, menurutnya memang ada beberapa titik yang harus diwaspadai para pemudik baik tidak dua dan empat, salah satunya yaitu jalur Nagreg ke pos pengamanan Cikaledong.

"Kalau untuk titik rawan di nagreg ini sebetulnya sepanjang lintasan dari Polsek Nagreg ke arah pos Cikaledong itu kan lintasan jalanannya agak sedikit curam ya, agak sedikit menurun agak curam," ucap Rizal.

Kendati begitu, petugas kepolisian sudah disiagakan di beberapa titik untuk penanganan para pemudik. Apalagi, saat ini kondisi cuaca tidak menentu.

"Memang rawan licin, jadi untuk para pengguna jalan, baik itu kendaraan roda dua, roda empat agar berhati-hati dalam perjalanan, mengingat dilihat arus cuaca juga hujan, kemudian jalanan juga menurun curam, jadi tetap waspada, keluarga menanti di rumah," tuturnya.

3. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik

ilustrasi macet (unsplash.com/shun idota)

Untuk diketahui, Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung merupakan jalur alternatif utama penghubung Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Posko Mudik Kabupaten Bandung, total kendaraan per hari ini pukul 19:00 WIB dari arah Bandung ada 43.478 kendaraan, arah Garut/Tasikmalaya 100,288 kendaraan, totalnya 143.766 kendaraan.

Sementara, pada puncak arus mudik 2025, kendaraan dari arah Bandung mencapai 42.216, dan arah Garut/Tasikmalaya 96,963. Jika dipersentasekan kendaraan arah Bandung mengalami kenaikan 2.99 persen, arah Garut/Tasikmalaya peningkatannya mencapai 3.43 persen.

Sebelumnya, Polda Jabar menyiapkan 26.692 personel gabungan berasal dari Polda, Polres, TNI dan instansi terkait lain. Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar, 12.657 personel dari jajaran polres, serta 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan berbagai instansi lainnya.

"Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," kata Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan, Selasa (10/3/2026).

Sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Total ada sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat yang akan mudik pada waktu tersebut.

Sedangkan, total secara keseluruhan ada 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada Idul Fitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung 2,94 juta jiwa.

Adapun 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melaksanakan perjalanan berupa mudik.

Editorial Team