Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Program Padat Karya Kota Bandung Diklaim Serap 4.100 Orang Pekerja
ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (IDN Times/Nathan Manaloe).
  • Program padat karya Pemkot Bandung menyerap sekitar 4.100 pekerja sepanjang Januari–Agustus 2026, melalui usulan Musrenbang, reses anggota dewan, dan program reguler Disnaker.
  • Disnaker menyiapkan realisasi bagi sekitar 3.900 orang lagi, termasuk kuota dekat untuk 500 peserta; setiap peserta menerima insentif sekitar Rp1,7 juta selama kegiatan.
  • Program yang berlangsung hampir di seluruh kecamatan dinilai menopang daya beli, menggerakkan ekonomi lokal, serta membersihkan lingkungan dan memelihara fasilitas umum; Pemkot mengusulkan kelanjutannya pada 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Program padat karya dilaksanakan di hampir seluruh kecamatan di Kota Bandung.

Januari- Agustus 2026

Program padat karya menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja.

2027

Pemkot Bandung berencana melanjutkan program padat karya dan telah mengusulkan anggaran melalui RKA-PPAS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program padat karya Pemkot Bandung menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja dari Januari hingga Agustus 2026, dengan kegiatan antara lain pembersihan lingkungan dan pemeliharaan fasilitas umum.
  • Who?
    Pemerintah Kota Bandung melalui Disnaker Kota Bandung menjalankan program ini; Kepala Disnaker Yayan Ahmad Brilyana menyampaikan capaian penyerapan pekerja tersebut.
  • Where?
    Program padat karya dilaksanakan di hampir seluruh kecamatan di Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Penyerapan sekitar 4.100 pekerja tercatat selama Januari–Agustus 2026 dan disampaikan Yayan Ahmad Brilyana pada 29 Agustus 2026.
  • Why?
    Program ditujukan memberi stimulan bagi warga terdampak perubahan ekonomi, menjaga daya beli, membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, serta mendukung kebersihan dan penataan lingkungan.
  • How?
    Program bersumber dari usulan Musrenbang, aspirasi reses anggota dewan, dan program reguler Disnaker. Peserta menerima insentif sekitar Rp1,7 juta; sekitar 3.900 orang masih disiapkan secara bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Kota Bandung memberi kerja sementara kepada sekitar 4.100 orang sampai Agustus 2026. Mereka membersihkan lingkungan dan merawat tempat umum. Setiap peserta mendapat sekitar Rp1,7 juta. Masih ada rencana kerja untuk 3.900 orang lagi, termasuk 500 orang dalam waktu dekat. Program ini mau diteruskan pada 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program padat karya Bandung menunjukkan upaya yang menggabungkan dukungan penghasilan dengan kegiatan produktif bagi warga. Penyerapan sekitar 4.100 pekerja, disertai rencana pelibatan peserta tambahan, memberi ruang bagi perputaran ekonomi di lingkungan setempat sekaligus membantu kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum di hampir seluruh kecamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Program padat karya yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diklaim telah menyerap sekitar 4.100 tenaga kerja. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung mencatat hal tersebut terhitung dari Januari- Agustus 2026.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, capaian tersebut berasal dari pelaksanaan program padat karya yang bersumber dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), aspirasi reses anggota dewan, serta program reguler yang dikelola Disnaker.

"Realisasi padat karya sampai Agustus 2026 sudah menyerap sekitar 4.100 orang. Program ini berasal dari Musrenbang, reses, dan reguler," ujar Yayan, dikutip Sabtu (29/8/2026).

1. Disebut mampu membantu menjaga perekonomian masyarakat

ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (IDN Times/Nathan Manaloe)

Selain itu, Disnaker masih menyiapkan realisasi program untuk sekitar 3.900 orang lainnya secara bertahap. Dalam waktu dekat, masih terdapat kuota bagi sekitar 500 peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan padat karya.

Menurut Yayan, program padat karya merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak perubahan kondisi ekonomi global.

"Tujuan padat karya ini memberikan stimulan kepada warga yang terkena dampak perubahan ekonomi. Program ini menjadi bumper ekonomi agar masyarakat tetap memiliki daya beli dan tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

2. Program itu disebut mampu menghasilkan perputaran uang

ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (IDN Times/Nathan Manaloe)

Ia menjelaskan, setiap peserta padat karya memperoleh insentif sekitar Rp1,7 juta selama mengikuti kegiatan. Dana tersebut diharapkan dapat berputar kembali di lingkungan masyarakat sehingga membantu menggerakkan roda perekonomian lokal.

"Ketika peserta menerima penghasilan dari program ini, uang tersebut akan kembali beredar di lingkungan sekitar. Jadi tidak hanya membantu individu, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas," ujarnya.

Selain manfaat ekonomi, program padat karya juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Berbagai kegiatan yang dilakukan peserta, seperti pembersihan lingkungan dan pemeliharaan fasilitas umum, turut membantu menciptakan kawasan yang lebih bersih dan nyaman.

"Dampaknya ada dua. Pertama sebagai penopang ekonomi masyarakat. Kedua, lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata," tutur Yayan.

3. Produktivitas masyarakat terjaga

Ilustrasi tenaga kerja. (IDN Times/Aditya Pratama)

Program padat karya tahun 2026 telah dilaksanakan di hampir seluruh kecamatan di Kota Bandung. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu memberikan penghasilan tambahan sekaligus membuka kesempatan kerja sementara bagi warga yang membutuhkan.

Melihat manfaat yang dihasilkan, Pemkot Bandung berencana melanjutkan program padat karya pada tahun 2027. Yayan menyebut, Disnaker telah mengusulkan anggaran melalui Rencana Kerja dan Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKA-PPAS) untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.

Yayan berharap, program padat karya tidak hanya menjadi sarana pemberian bantuan ekonomi, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

"Program ini sangat baik untuk membantu ekonomi masyarakat. Namun yang paling penting harus ada produktivitasnya, ada hasil yang dirasakan masyarakat. Jadi bukan sekadar menerima uang, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan warga sekitar," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article