Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Masih Buru Saksi Kasus Pembakaran Bendera Merah Putih di Andir
ilustrasi orang memegang bendera (unsplash.com/Fajar Grinanda)
  • Polsek Andir menyelidiki dugaan pembakaran bendera Merah Putih di Maleber, Bandung, yang terjadi pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026.
  • Polisi memburu saksi yang diduga berpapasan dengan pelaku serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengungkap identitas, kronologi, dan motif kejadian.
  • Kasus mencuat setelah video beredar di media sosial; seorang pria berhoodie hitam diduga membakar bendera di depan rumah, namun api segera dipadamkan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang diduga membakar bendera Merah Putih di depan rumah di Maleber, Bandung. Warga cepat mematikan apinya. Polisi Andir masih mencari seorang saksi yang melihat orang itu. Polisi juga melihat rekaman kamera. Orang dalam video memakai baju hitam bertudung dan membawa tas. Polisi belum tahu siapa pelakunya dan kenapa ia melakukan itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah penyelidikan atas peristiwa tersebut, respons cepat warga yang segera memadamkan api menunjukkan kewaspadaan lingkungan sehingga kebakaran tidak meluas. Upaya Polsek Andir mencari saksi, menghimpun informasi, dan menelusuri CCTV juga mencerminkan proses yang berhati-hati untuk memperjelas identitas pelaku serta rangkaian kejadian sebelum hasilnya disampaikan kepada publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Kepolisian Sektor Andir masih menyelidiki kasus dugaan pembakaran bendera Merah Putih yang terjadi di wilayah Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Minggu (2/8/2026) dini hari. Hingga kini, polisi masih memburu seorang saksi yang diduga sempat berpapasan dengan pelaku saat kejadian.

Kapolsek Andir, Kompol Triyono, mengatakan penyelidikan masih berlangsung sehingga kepolisian belum dapat menyampaikan hasil maupun kesimpulan terkait kasus tersebut kepada publik.

"Sementara masih kita lakukan penyelidikan. Ini masih lagi kita cari, ada satu saksi lagi yang kebetulan papasan sama pelaku pada saat kejadian. Masih kita cari itu orangnya," ujar Triyono saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Triyono mengatakan, proses penyelidikan masih difokuskan untuk mencari satu orang saksi yang diduga melihat pelaku saat kejadian berlangsung. Keterangan saksi tersebut dinilai penting untuk membantu mengungkap identitas maupun rangkaian peristiwa.

Menurutnya, hingga saat ini polisi masih mengumpulkan berbagai informasi sebelum menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik. Selain mencari saksi, polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV). Langkah itu dilakukan karena ada dugaan pelaku sempat melakukan aktivitas lain di lokasi yang berada di luar wilayah hukum Polsek Andir.

Triyono mengatakan, sementara ini pelaku diduga melakukan pembakaran bendera secara acak. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.

"Diduga random ya, tapi ini masih penyelidikan," katanya.

Ia memastikan kepolisian akan menyampaikan hasil penyelidikan setelah seluruh proses selesai dilakukan.

Kasus ini mencuat setelah video dugaan pembakaran bendera Merah Putih beredar luas di media sosial. Dalam rekaman kamera pengawas, terlihat seorang pria mengenakan hoodie hitam dan membawa tas menghampiri salah satu rumah.

Pria tersebut diduga membakar bendera Merah Putih yang terpasang di depan rumah. Namun, api segera dipadamkan oleh warga yang mengetahui kejadian tersebut sehingga tidak sempat membesar. Peristiwa itu kini masih dalam penyelidikan Polsek Andir untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi tersebut.

Editorial Team

Related Article