Bandung, IDN Times - Polda Jawa Barat berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial AH (22) yang menjual data diri sejumlah pejabat Indonesia. Data-data tersebut didapat pelaku dari berbagai sumber yang kemudian diperjualbelikan kembali melalui Telegram.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, dari data yang dimiliki pelaku adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadia. Untuk mengakses data tersebut, orang yang ingin mendapatkannya harus melakukan pembayaran atau pengisian saldo, terlebih dahulu melalui metode pembayaran elektronik tertentu. Untuk menarik perhatian, pelaku menamakan isi dokumen yakni 'Data Leak Penjabat Publik'.
Selain itu ada juga data milik warga sipil yang nantinya dijual untuk dipakai para pelaku penipuan daring. Dalam kasus ini, pelaku menawarkan basis data yang memuat data pribadi meliputi nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, dan nomor telepon.
"Tim kemudian melakukan penyelidikan terhadap pemegang akses akun tersebut. Melalui pendalaman, tim menemukan bukti penawaran akses basis data tersebut di dalam perangkat (device) milik tersangka AH. Kemudian diamankan ke Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jabar untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Hendra, Rabu (16/9/2026).
