Bandung, IDN Times - Hujan rintik-rintik mengguyur Kota Bandung saat sembilan pendukung Persib menyaksikan laga tim kesayangannya melawan Persija dalam semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8/2026) sore hari. Televisi berukuran 21 inch yang berada di dalam sebuah bengkel motor di Jalan Baranangsiang, menjadi magnet untuk Nono, Miftah, Tedi, dan enam rekan lainnya berkumpul.
Teriakan demi teriakan terlontar dari mereka setiap Persib menyerang lini belakang Persija. Sesekali mereka berjingkrak ketika pemain Maung Bandung melakukan sepakan ke arah gawang.
"Ah lebar euy te gol (aduh sayang sekali tidak gol)," ujar Miftah ketika Luka Menalo mendapat peluang emas pada menit ke-21 di depan gawang Macan Kemayoran. Sorak kegembiraan akhirnya pecah ketika Persib berhasil mendapat gol pertama lewat sepakan Baros pada menit ke-22.
"Gol gol gol. Si Baros jadi alus (Baros jadi bagus yah)," ungkap Tedi usai melihat cuplikan gol. "Si Baros kan nya eta (Baros kan ya itu)," kata Nono menanggapi pernyataan Tedi yang tidak menyangkan atas gol tersebut.
Keseruan menyaksikan Piala Presiden 2026 tak selalu harus dirasakan ketika berada di dalam stadion. Di luar stadion, seperti di bengkel motor berukuran 3x3 meter ini masyarakat dapat merasakan ketegangan laga dua rival abadi tersebut.
Miftah menyebut bahwa menonton bola merupakan hiburan yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi ketika tim yang bertanding adalah tim kesayangan, pasti banyak warga sekitar yang datang ke bengkel untuk nonton. Meski tak pernah datang ke stadion secara langsung, Miftah menyebut bahwa pertandingan sepak bola tetap menyenangkan ditonton lewat mana saja.
Keseruan menonton bersama alias nobar di televisi juga dirasakan puluhan pedagang yang berada di lantai dasar Pasar Kosambi. Televisi berukuran 40 inch dipajang di tembok di bagian atas tempat orang berlalu lalang. Namun, ketika Persib bertanding, jalan ini ditutup oleh para pedagang yang sudah siap dengan berbagi makanan dan minuman.
Sebagian pedagang sayuran masih terlihat melayani sambil tetap melirik ke arah televisi ketika Persib menyerang. Sementara pedagang lain lebih memilih meninggalkan dagangannya dan baru berjualan ketika waktu jeda istirahat.
"Kan dari pagi udah jualan, sekarang kita seru-seruan nonton Persib," ungkap pedagang ayam di Pasar Kosambi, Adi.
Dia menuturkan, menyaksikan Persib bertanding sudah sering dilakukan di Pasar Kosambi termasuk ketika perhelatan Piala Presiden 2026. Meski banyak pedagang sudah pulang, tapi masih ada pedagang yang rela berada di pasar untuk nonton bersama.
"Pokoknya kalau Persib main ma pasti rame sih di sini, yang di atas juga sudah datang ke bawah," papar Adi.
