Bandung, IDN Times - Tingkat kasus luka kronis akibat perubahan gaya hidup seperti diabetes melitus dan komorbiditas mengalami peningkatan signifikan termasuk di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut akhirnya membuat seseorang yang telah memiliki luka menghadapi risiko amputasi.
Saat ini penanganan luka kronis yang sulit sembuh masih menjadi tantangan kesehatan yang kompleks. Selain meningkatkan risiko infeksi dan kerusakan jaringan, luka kronis juga dapat berujung pada kehilangan fungsi anggota gerak hingga amputasi. Kondisi ini menegaskan kebutuhan penanganan luka yang komprehensif dan terintegrasi untuk membantu mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, mengoptimalkan pemulihan, hingga mempertahankan jaringan dan fungsi anggota gerak secara optimal.
Atas kondisi yang berpotensi mengkhawatirkan tersebut, Mayapada Hospital Bandung (MHBD) meluncurkan Wound Care Center, pada Kamis (25/6/2026), sebagai layanan modern terintegrasi ini diproyeksikan menjadi solusi proteksi publik guna menekan risiko amputasi anggota gerak serta memulihkan fungsi estetika tubuh pasien.
Layanan ini berfokus pada pencegahan komplikasi dan optimalisasi pemulihan secara fungsional maupun estetika, melalui dukungan tim dokter multidisiplin yang terdiri dari spesialis bedah umum, bedah plastik dan rekonstruksi estetika, bedah toraks kardiak dan vaskular, bedah konsultan vaskular dan endovaskular, jantung dan pembuluh darah, gizi klinik, penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, serta psikolog dan psikiater.
