Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Selundupkan Sabu Lewat Dubur
Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Selundupkan Sabu Lewat Dubur. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Petugas Lapas Banceuy menggagalkan penyelundupan sabu seberat 19,14 gram yang disembunyikan di dalam dubur pengunjung berinisial F saat pemeriksaan rutin berlangsung.
  • F diamankan dan diperiksa bersama ibu dari warga binaan yang dikunjunginya, sementara BNN serta Polrestabes Bandung turut mendalami keterlibatan keduanya.
  • Pihak Lapas menyebut modus penyelundupan narkotika lewat organ tubuh sudah beberapa kali terjadi, namun sistem pemeriksaan berlapis terus diterapkan untuk mencegah kasus serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banceuy, Bandung, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam dubur. Barang terlarang itu rencananya akan diserahkan kepada warga binaan kasus narkotika.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Banceuy Andhika Saputra mengatakan, pengungkapan berawal dari kunjungan seorang pria berinisial F. Pengunjung itu lalu dilakukan pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku.

"Gerak-geriknya memang mencurigakan sejak dari depan saat masuk, nanti juga mungkin ada CCTV-nya. Saat masuk ke dalam juga, ketika diperiksa, terlihat gelisah," kata dia di Lapas Kelas IIA Banceuy, Senin (8/6/2026).

1. Petugas lihat alat kontrasepsi di kemaluan pelaku

Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Selundupkan Sabu Lewat Dubur. IDN Times/Debbie Sutrisno

Andhika menyebut petugas sempat melihat alat kontrasepsi yang menonjol dari dubur saat tengah memeriksa bagian kemaluan F. Pengunjung tersebut lalu berupaya untuk menyembunyikan kembali sabu tersebut.

Karena curiga, petugas melakukan pemeriksaan kembali dan mendapati bahwa pengunjung itu membawa narkotika yang disembunyikan di dalam lubang kemaluan.

"Kemudian kita amankan di sini seberat 19,14 gram narkotika diduga jenis sabu," ungkapnya.

2. Pelaku sudah diperiksa BNN

Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Selundupkan Sabu Lewat Dubur. IDN Times/Debbie Sutrisno

F pun diamankan terlebih dahulu oleh petugas sembari berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat dan Satresnarkoba Polrestabes Bandung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, F diketahui memiliki hubungan dengan salah satu warga binaan kasus narkotika. Agar bisa melakukan kunjungan, F pergi bersama ibu dari napi tersebut.

Ia menambahkan, kunjungan hanya boleh dilakukan ketika ada keluarga inti. Karena itu, F datang bersama ibu dari warga binaan agar bisa masuk untuk menyelundupkan narkoba.

Kini F tengah dilakukan pemeriksaan terkait temuan tersebut. Aparat juga mendalami apakah ibu dari warga binaan mengetahui rencana F atau tidak.

"Ibunya juga sedang diperiksa bersama yang bersangkutan, dikhawatirkan memang ibunya juga diduga mengetahui bahwa yang bersangkutan menyembunyikan atau menyelundupkan sabu ini ke dalam duburnya atau pantatnya," ucapnya.

3. Modus seperti ini bukan yang pertama

Barang bukti psikotropika jenis sabu-sabu yang diamankan Satreskoba Polres Magetan. IDN Times/Riyanto.

Andhika bilang, modus penyembunyian narkotika di dalam organ tubuh bukan kali pertama ditemukan petugas di Lapas Banceuy. Upaya penyelundupan dengan cara tersebut sudah beberapa kali terjadi, baik dilakukan oleh pengunjung laki-laki maupun perempuan.

"Ya, jadi sudah kesekian kalinya memang, baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Rata-rata memang karena organ tubuh bagian dalam ini mungkin dirasa aman," katanya.

Kendati begitu, Lapas Banceuy memiliki sistem pemeriksaan berlapis untuk mengantisipasi berbagai modus penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pemindaian menggunakan alat X-ray hingga penggeledahan fisik terhadap pengunjung.

Penggeledahan, lanjutnya, dilakukan sesuai prosedur dengan memperhatikan jenis kelamin pengunjung. Petugas perempuan memeriksa pengunjung perempuan, sedangkan pengunjung laki-laki diperiksa oleh petugas laki-laki.

Editorial Team

Related Article