Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Penampakan Seekor Macan Tutul Masuk ke Balai Desa di Kabupaten Ciamis

macan tutul jawa, salah satu hewan endemik di Gunung Muria (commons.wikimedia.org/Adam Šťastnýýi)
macan tutul jawa, salah satu hewan endemik di Gunung Muria (commons.wikimedia.org/Adam Šťastnýýi)
Intinya sih...
  • Seekor macan tutul masuk balai desa di Kabupaten Ciamis, hebohkan warga dan viral di media sosial.
  • Macan tutul berhasil dievakuasi dan akan direhabilitasi sebelum dilepaskan ke alam liar.
  • Fenomena ini terjadi karena lokasi habitat yang dekat dengan pemukiman warga dan kemarau yang membuat kekurangan makanan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Meleber, Kabupaten Kuningan, dihebohkan dengan adanya seekor macan tutul yang masuk balai desa, Selasa (26/8/2025). Aksi ini pun terekam dalam video dan viral di media sosial.

Dalam video viral ini, Macan tutul ini tepat masuk di salah satu ruangan di Balai Desa Kutamandarakan, di mana dia terlihat seperti duduk di pojok dan mengalihkan pandangan dari warga yang merekamnya. Terlihat juga beberapa tumpukan kursi di dalam ruangan tersebut.

Merespons hal ini, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar Agus Arianto mengatakan, petugas sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keberadaan macan tutul ini. Kini macan tutul sudah berhasil dievakuasi.

"Jadi saat ini sudah ditangani bersama pihak Pemda, kepolisian di sana dan mitra konservasi lainnya. Sudah kami selamatkan macan tutulnya," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2028).

1. Dilakukan rehabilitasi sementara

macan tutul (commons.wikimedia.org/Manandhar.amogha)
macan tutul (commons.wikimedia.org/Manandhar.amogha)

Setelah berhasil dilakukan evakuasi, Agus memastikan, nantinya macan tutul itu akan terlebih dahulu direhabilitasi, tidak langsung dilepaskan ke alam liar begitu saja. Karena ada beberapa tahapan yang harus ditempuh.

"Kemudian nanti kami rehab sementara waktu, kami cek dan observasi sambil menunggu rencana pelepasliaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC)," ujarnya.

2. Rehabilitasi dilakukan di Lembang Zoo

macan tutul jawa (commons.wikimedia.org/Anaxibia)
macan tutul jawa (commons.wikimedia.org/Anaxibia)

Kemudian, Agus memastikan, lokasi rehabilitasi sementara akan ditempatkan di Lembang Zoo, sembari menunggu pelepas-liaran. Adapun penempatan sementara di Lembang Zoo ini dikarenakan kebun binatang tersebut siap untuk merehabilitasi sementara macan tutul ini.

"Tadinya mau di Cikambulan yang terdekat ya, tetapi karena belum siap, sementara di Lembang Zoo," ucapnya.

3. Lokasinya memang dekat dengan hutan

Macan tutul (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)
Macan tutul (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Fenomena macan tutul yang masuk ke area permukiman warga, kata Agus dikarenakan lokasi habitat dengan permukiman yang dekat. Dengan begitu hewan dilindungi ini turut mendekat ke area pemukiman. Selain itu, keberadaannya pun tersebar di kawasan hutan lindung

"Kalau kami lihat hutan terdekat di situ yang mana ya dari situ lah habitatnya. Kalau nggak salah di situ ada kawasan hutan pemanfaatan terbatas ya, kurang lebih seribu meter dari lokasi," kata dia.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat turut berkomentar mengenai hal ini. Menurutnya, macan tutul turun ke pemukiman warga karena beberapa waktu lalu memang mengalami kemarau hingga membuat kekurangan makanan.

"Iya mudah-mudahan segera kembali lagi, karena itu biasanya kemarin agak kemarau sedikit, sehingga kekurangan makanan. Sekarang dengan seiring dengan hujan, itu biasanya balik, makanannya nanti tersedia lagi," kata Dedi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us