Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Jabar Siapkan Pengobatan Gratis bagi Korban Begal
Pengungkapan kasus knalpot brong, minuman keras atau miras, tramadol, hingga begal di Polda Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemprov Jawa Barat akan menanggung biaya pengobatan korban begal, kekerasan, penculikan, perundungan, dan perampokan yang kesulitan mendapat jaminan dari BPJS Kesehatan.
  • Keluarga korban kejahatan yang meninggal, termasuk istri dan anak, akan mendapat dukungan keberlangsungan hidup serta pembiayaan pendidikan anak dari pemerintah provinsi.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bantuan telah diterapkan pada korban begal berbiaya perawatan Rp15 juta, disertai dukungan moral dan penguatan pemberantasan kejahatan bersama polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pemerintah provinsi akan hadir membantu korban tindak kriminal yang selama ini kesulitan mendapatkan pembiayaan pengobatan. Kebijakan itu disiapkan setelah banyak korban begal maupun kekerasan tidak bisa mengklaim biaya perawatan melalui BPJS Kesehatan.

Menurut Dedi, negara tidak boleh membiarkan korban menanggung beban sendiri setelah mengalami tindak kejahatan. Karena itu, Pemprov Jawa Barat akan menanggung biaya pengobatan hingga memberikan perlindungan bagi keluarga korban yang meninggal dunia.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membiayai pengobatan bagi siapapun korban kekerasan," kata Dedi.

1. BPJS tidak mengcover-nya

Pengungkapan kasus knalpot brong, minuman keras atau miras, tramadol, hingga begal di Polda Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dedi mengatakan, korban pembegalan, pencurian dengan kekerasan, penculikan hingga perundungan sering kali mengalami kesulitan memperoleh jaminan kesehatan karena kasus yang dialaminya tidak ditanggung oleh BPJS.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat mengambil kebijakan untuk menanggung biaya pengobatan korban agar mereka dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan tanpa memikirkan biaya rumah sakit.

"Rumah sakit tidak memberikan jaminan layanan kesehatan bagi mereka korban begal, korban pencurian, korban kekerasan karena tidak ada asuransinya. BPJS-nya tidak mau bayar. Untuk itu saya tegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membiayai pengobatan bagi siapapun korban kekerasan, korban penculikan, korban pembulian, korban pembegalan, korban perampokan," ujar Dedi.

Ia menilai kehadiran pemerintah menjadi penting agar masyarakat tidak merasa sendirian ketika menjadi korban tindak kriminal.

2. Anak korban begal yang meninggal akan dibantu hingga sekolah

Pengungkapan kasus knalpot brong, minuman keras atau miras, tramadol, hingga begal di Polda Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno

Tak hanya menanggung biaya pengobatan, Dedi juga menyiapkan bantuan jangka panjang bagi keluarga korban yang kehilangan tulang punggung akibat aksi kejahatan.

Menurutnya, apabila korban meninggal dunia dan meninggalkan istri serta anak, maka pemerintah akan ikut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup keluarga tersebut, termasuk pembiayaan pendidikan anak-anaknya.

"Apabila meninggal dan meninggalkan istri dan anak-anaknya maka Gubernur Jawa Barat bertanggung jawab terhadap kehidupannya ke depan, sekolah anak-anaknya, pembiayaan bagi keluarganya. Ini penting," kata Dedi.

Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang menjadi korban kejahatan.

3. Dedi ungkap sudah membantu korban begal yang dirawat di rumah sakit

Pengungkapan kasus knalpot brong, minuman keras atau miras, tramadol, hingga begal di Polda Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dedi mengaku telah menerapkan langkah tersebut dalam sejumlah kasus. Salah satunya ketika menerima laporan mengenai korban pembegalan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan biaya yang terus bertambah.

Ia mengatakan pemerintah tidak boleh menunggu korban mencari bantuan sendiri, melainkan harus bergerak cepat memberikan kepastian pembiayaan.

"Hari ini di rumah saya lagi nunggu saya adalah anaknya dibacok oleh begal. Sekarang di rumah sakit biayanya sudah nyentuh Rp15 juta. Saya katakan sudah saya bayar, tunggu. Ini problem. Psikologi ini harus kita perangi bersama-sama, negara harus hadir untuk menyelesaikan seluruh problem," tutur Dedi.

Menurut Dedi, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun rasa aman di tengah masyarakat. Ia menilai korban kejahatan tidak hanya mengalami kerugian fisik dan materi, tetapi juga tekanan psikologis yang membutuhkan kehadiran pemerintah.

Karena itu, ia memastikan Pemprov Jawa Barat akan terus memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, terhadap masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal, seiring dengan penguatan operasi pemberantasan kejahatan bersama aparat kepolisian.

Editorial Team

Related Article