Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Bandung Siapkan 220 Lahan Olah Sampah, Tambah Kapasitas 125 Ton
Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix, dok. Diskominfo Bandung
  • Pemkot Bandung menambah fasilitas pengolahan sampah dengan bantuan 151 mesin RDF dari Pemprov Jabar dan 50 titik pengolahan dari Mabes TNI AD untuk tingkatkan kapasitas hingga 125 ton per hari.
  • Sekitar 220 calon lokasi pengolahan sampah telah dipetakan dan sedang diverifikasi agar memenuhi syarat lahan serta tidak mengganggu lingkungan sekitar seperti sekolah atau puskesmas.
  • Pada akhir Juli 2026, ditargetkan 20 titik pengolahan siap beroperasi dengan kapasitas total sekitar 125 ton per hari sebagai langkah percepatan penanganan sampah di Kota Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat upaya pengurangan sampah dengan menambah fasilitas pengolahan di berbagai wilayah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memanfaatkan bantuan mesin pengolah sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Mabes TNI Angkatan Darat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, jika seluruh rencana berjalan sesuai target, kapasitas pengolahan sampah di Kota Bandung akan bertambah hingga 125 ton per hari mulai Agustus mendatang. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban sampah yang selama ini masih bergantung pada tempat pemrosesan akhir.

"Sebanyak 125 ton per hari harus bisa dikejar pada bulan Agustus, September. Oktober selesai," kata Farhan, Senin (22/6/2026).

1. Bandung dapat bantuan 151 mesin RDF dan 50 titik pengolahan sampah

Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menjelaskan, saat ini Pemkot Bandung tengah mengupayakan dua bentuk bantuan untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan. Bantuan pertama berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa 151 mesin RDF (Refuse Derived Fuel). Selain itu, Pemkot juga mengusulkan pembangunan 50 titik pengolahan sampah kepada Mabes TNI AD.

Menurut Farhan, ketersediaan mesin tidak menjadi persoalan utama. Tantangan terbesar justru terletak pada penyediaan lahan yang memenuhi syarat untuk operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut.

2. Pemkot verifikasi 220 calon lokasi pengolahan sampah

Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Saat ini Pemkot Bandung telah memetakan sekitar 220 titik calon lokasi berdasarkan hasil pemotretan udara. Namun seluruh lokasi tersebut masih harus diverifikasi secara langsung di lapangan.

Farhan mengatakan setiap titik minimal membutuhkan lahan seluas 100 meter persegi. Selain luas lahan, aspek lingkungan sekitar juga menjadi pertimbangan penting.

Menurut dia, lokasi yang berdekatan dengan sekolah, puskesmas, atau fasilitas publik lainnya berpotensi menimbulkan gangguan sehingga harus dipindahkan ke lokasi yang lebih sesuai.

"Misalnya ada lahan 100 meter, tapi ternyata di belakang sekolah. Ya harus dipindahkan. Kalau di sebelah puskesmas juga harus dipindahkan," ujarnya.

3. Juli ditargetkan ada 20 titik siap beroperasi

Pengolahan sampah secara mandiri oleh masyarakat Bandung, dok. istimewa

Pemkot menargetkan proses verifikasi dan penetapan lokasi selesai pada akhir Juli 2026. Pada tahap awal, sedikitnya 20 titik pengolahan sampah ditargetkan sudah siap dibangun atau dioperasikan.

Jumlah tersebut terdiri dari 15 titik bantuan Pemprov Jabar dan lima titik bantuan Mabes TNI AD. Masing-masing titik diperkirakan mampu mengolah antara lima hingga 10 ton sampah per hari.

Dengan perhitungan tersebut, kapasitas tambahan yang dihasilkan mencapai sekitar 125 ton sampah per hari. Farhan berharap langkah ini menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis kewilayahan di Kota Bandung.

Editorial Team

Related Article