Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Bandung Bangun Teknologi SRF Dapat Olah 300 Ton Sampah per Hari
Pemkot Bandung Bangun Teknologi SRF seperti Maggot di Gedebage Olah 300 Ton Sampah per Hari. Dok Diskominfo Bandung
  • Pemkot Bandung menyiapkan fasilitas Solid Recovered Fuel di Gedebage untuk mengolah sekitar 300 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif.
  • Proyek SRF dikembangkan bersama pemerintah pusat, Danantara, PLN, dan Pertamina untuk mengurangi sampah yang diangkut keluar kota serta memberi nilai ekonomi pada limbah.
  • Wali Kota Muhammad Farhan meminta camat dan lurah memantau proyek; jika berhasil, teknologi ini akan dikembangkan ke enam satuan wilayah kerja Kota Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kota Bandung mau membuat tempat SRF di Gedebage. Tempat ini bisa mengolah 300 ton sampah setiap hari. Sampah akan jadi arang untuk bahan bakar pabrik dan listrik. Wali Kota Muhammad Farhan bekerja bersama pemerintah, Danantara, PLN, dan Pertamina. Jika berhasil, tempat seperti ini akan dibuat di enam wilayah Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana fasilitas SRF di Gedebage membuka peluang penanganan sampah yang lebih produktif bagi Bandung. Dengan kapasitas hingga 300 ton per hari, teknologi ini diarahkan untuk mengurangi beban pengangkutan sekaligus memberi nilai ekonomi pada limbah melalui bahan bakar alternatif bagi industri dan pembangkit listrik, didukung kolaborasi lintas lembaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan penerapan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) di kawasan Gedebage sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung. Teknologi ini nantinya memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, fasilitas SRF tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 300 ton sampah per hari. Pengembangannya disiapkan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, Danantara, PLN, dan Pertamina.

"Pada prinsipnya SRF adalah pengolahan sampah yang menghasilkan arang sebagai sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh industri maupun PLN," ujar Farhan, Senin (21/9/2026).

1. SRF diharapkan kurangi beban pengangkutan sampah

Pemkot Bandung Bangun Teknologi SRF seperti Maggot di Gedebage Olah 300 Ton Sampah per Hari. Dok Diskominfo Bandung

Farhan mengatakan, pengembangan teknologi SRF menjadi salah satu terobosan untuk mengurangi timbulan sampah yang harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 300 ton per hari, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibawa keluar dari wilayah Kota Bandung.

Selain mengurangi beban pengangkutan, sampah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah juga dapat memiliki nilai ekonomi karena diolah menjadi bahan bakar alternatif.

2. Sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif

Pemkot Bandung Bangun Teknologi SRF di Gedebage Olah 300 Ton Sampah per Hari. Dok Diskomimfo bandung

Menurut Farhan, teknologi SRF akan mengolah sampah menjadi bahan bakar berbentuk arang. Produk tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh sektor industri maupun pembangkit listrik.

Pemkot Bandung menyiapkan pengembangan fasilitas tersebut bersama sejumlah pihak, termasuk pemerintah pusat, Danantara, PLN, dan Pertamina. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung mencari solusi penanganan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

3. Pemkot Bandung siapkan pengembangan di enam wilayah

Pemkot Bandung Bangun Teknologi SRF seperti Maggot di Gedebage Olah 300 Ton Sampah per Hari. Dok Diskominfo Bandung

Farhan meminta camat dan lurah ikut memantau perkembangan proyek SRF di Gedebage. Menurutnya, dukungan dari wilayah diperlukan agar proses pengembangan fasilitas dapat berjalan dengan baik dan diterima masyarakat sekitar.

"Kalau ini berhasil, akan kita kembangkan di seluruh enam satuan wilayah kerja Kota Bandung. Karena itu para camat dan lurah harus ikut memperhatikan proses perkembangannya," katanya.

Ia menilai pengembangan teknologi tersebut penting karena persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Kota Bandung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article