ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)
Kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia kian masif, termasuk di Kota Bandung. Dalam sepekan, kenaikan jumlah orang terpapar bahkan mencapai 1.301 orang. Rata-rata harian orang terpapar sekitar 100 sampai 200 orang. Hingga Senin (7/2/2022), kasus aktif COVID-19 di Bandung mencapai 1.802.
Terkait kenaikan kasus ini, PelaksanaTugas Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan jika penambahan kasus dalam sebulan terkahir bisa mencapai 5.600 persen. Angka tersebut masuk akal, mengingat biasanya kasus harian bulan lalu hanya meliputi belasan orang saja.
"Mungkin karena varian Omcron-nya juga lebih mudah penularan lebih cepat. Karena aktivitas dan transmisi pergerakan manusia juga gitu ya," kata Yana.
Untuk mencegah dampak negatif dari COVID-19 varian ini, Pemkot Bandung mempercepat pemberian vaksin penguat (bososter). Harapannya masyarakat yang sudah mendapat vaksin tersebut tidak mudah terpapar atau mendapat gejala ketika virus tersebut terdapat dalam tubuh.
Berdasarkan data Humas Bandung, vaksinasi dosis pertama sudah menyasar 2.178.661 orang. Untuk vaksinasi dosis kedua angkanya sudah 1.859.076 orang. Sementara vaksinasi dosis ketiga atau booster baru 131.033 orang atau 1,48 persen.
"Untuk kemarin yang enam orang positif Omircon juga kan sudah dapat dosis ketiga dan kedua relatif tidak bergejala. Mereka sudah sembuh," ujar Yana.