Pemkot Bandung berencana mengubah lapangan Teuku Umar menjadi area skateboard. IDN Times/Debbie Sutrisno
Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota DPKP Kota Bandung, Nana Kurniawan mengatakan, revitalisasi dilakukan karena lapangan tersebut dinilai kumuh. Karena itu, akan ada beberapa perbaikan fasilitas.
"Alhamdulillah desain segala macam sudah selesai. Jadi nanti itu lapang akan menjadi multifungsi," kata dia saat ditemui, Senin, 26 Oktober 2026.
Selain perbaikan, nantinya akan ada penambahan fasilitas yang dibangun di lapang sepak bola berukuran sekitar 45x90 meter persegi. Fasilitas tambahan itu diantaranya arena skateboard, jogging track, hingga taman.
"Multifungsi tuh ada berbagai di situ, mau main bola ada mini soccer-nya. Ada bukan skate park, ada satu bagian ada buat memfasilitasi teman-teman yang hobinya skateboarding," ujarnya.
Nana bilang, arena skateboard dibuat untuk memfasilitasi masyarakat yang gemar bermain papan seluncur. Dari informasi yang ia dapat, Kota Bandung memiliki banyak atlet skateboard berbakat.
"Kebetulan Kota Bandung tuh punya juara-juara skateboarding di dunia. Ternyata orang Bandung itu saya baru hafal tuh. Ternyata banyak juara dunia di orang Bandung," ucapnya.
Dia menyebut lapangan yang telah direvitalisasi nantinya terbuka untuk umum. Masyarakat boleh menggelar kegiatan di sana dengan catatan menjaga ketertiban umum. Pihaknya juga akan menyediakan tempat khusus bagi para pedagang berjualan.
"Nah, itu saya difasilitasi jadi disediain lahan-lahan tempatnya, jadi dia datang bersih, pulang bersih," katanya.
Dalam proyek ini, Pemkot Bandung menggelontorkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Adapun revitalisasi ditargetkan rampung akhir tahun ini dan pengerjaan sudah dimulai.
"Sekitar Rp3 miliar. Insyaallah (Januari 2026) bisa (dipakai). Sudah mulai, sudah mulai. Masalahnya kan targetnya dari Pak Wali Kota harus beres tahun ini." ucapnya.
Nana mengaku telah mendengar kabar adanya warga yang menolak revitalisasi lapangan Teuku Umar. Menurutnya, perbedaan pendapat antar warga merupakan hal yang wajar.
"Kalau kalau kita mah kan pemerintah kota mah tidak melihat ke sana. Melihatnya kan kepentingan masyarakat, masyarakat butuh ruang publik yang representatif. Nah, pada saat masyarakat butuh ruang publik yang representatif, ya kita akomodir," ucapnya.
Ia mengklaim pemerintah telah menyosialisasikannya kepada warga yang berada di sekitaran lapangan terkait revitalisasi. Karena itu, ia menegaskan pengerjaan proyek tersebut akan berlanjut.
"Tapi kita sosialisasi ya, kita udah ajak bicara mulai dari kewilayahan, kelurahan, seperti rata-rata mah ya gitu, ada miss aja sih. Miss komunikasi lah istilahnya kan."
"Selama ini kan banyak mabok. Karena dibangun, (khawatir) yang maboknya jadi lebih parah. Mudah-mudahan enggak jalan seperti itu gitu, mudah-mudahan dibangun lebih tertata gitu kan," katanya.