Oleh Soleh Minta Komdigi Batasi Pengguna Gadget Bagi Anak

Bandung, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuat regulasi pembatasan gadget dan internet bagi anak-anak. Hal itu berkaitan dengan dampak negatif dari bermain game online.
Legislator asal Jawa Barat ini mengatakan, berdasarkan informasi yang ia himpun, ada 3.000 anak di Jawa Timur yang melakukan terapi di RSJ karena kecanduan gadget dan game online.
Kemudian, beberapa perusahaan yang memutus kontrak generasi milenial dan Z karena produktivitas, loyalitas, dan pola kerja yang tidak sesuai dengan standar.
"Konon itu setelah di-spill, mereka adalah akibat dari banyaknya main game (online)," kata Soleh saat rapat perdana dengan Kondigi di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (6/11/2024).
1. Permen harus segera dibentuk

Selain itu, dirinya mendapatkan aspirasi dari para kiai maupun para pendidik tingkat PAUD yang mengeluhkan tingkah laku anak-anak. Sebab, kondisi anak-anak saat ini sulit diarahkan bahkan cenderung melawan. Hal itu dirasakannya berkaitan dengan kecanduan main game online.
Dengan kondisi ini, Soleh menyarankan kepada Menteri Komdigi, Meutya Hafid agar segera membuat peraturan menteri (Permen) mengenai pembatasan penggunaan gadget dan internet bagi anak.
"Dalam regulasi dalam (program) jangka pendek barangkali bisa sesegera mungkin mengeluarkan Peraturan Kementerian. Regulasi terhadap perlindungan korban dari aspek negatif (dunia digital), pornografi online dan yang lain-lain. Ini harus segera mungkin terutama bagi anak-anak," tuturnya.
2. Harus sejalan dengan target presiden

Soleh menambahkan, hal tersebut harus segera diatasi karena berhubungan dengan program Presiden, Prabowo Subianto tentang peningkatan Intelligence Quotients (IQ) atau kecerdasan intelektual bagi generasi penerus.
"IQ anak-anak kita di angka 70 sampai 80. Program Pak Prabowo ingin di atas 100. Kalau anak terus dicekoki oleh media-media online yang negatif, rasa-rasanya ini juga tidak akan ada manfaatnya," ucapnya.
Begitu juga program makan bergizi gratis, dikatakannya akan percuma karena sesungguhnya main game online atau pun yang lain-lain ini akan merusak kepribadian dan bahkan mental itu sendiri.
"Selanjutnya pembatasan penggunaan gadget dan internet ini harus dilandasi dengan niat untuk memberikan perlindungan pada anak bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045" katanya.
3. Judi online juga harus diberantas

Selain pembatasan penggunaan gawai, Oleh Soleh juga turut menyoroti terkait pemberantasan judi online. Menurutnya, pemberantasan judi online membutuhkan kerja sama yang baik dari semua pemangku kebijakan di Indonesia. Ketika hal itu terjadi, ia meyakini judi online bisa diberantas hingga ke akarnya.
"Saya mengajak semua pihak bersatu untuk memberantas judi online sampai tuntas hingga ke akarnya," katanya.

















