Minat Investasi Kripto Meningkat, Ini yang Perlu Dipahami Pemula

- Minat investasi kripto di Indonesia meningkat pesat, terutama di kalangan Gen Z dan milenial, dengan lebih dari 21 juta pengguna tercatat oleh OJK hingga Maret 2026.
- Upbit Indonesia menekankan pentingnya pemahaman dasar dan pengelolaan risiko sebelum berinvestasi, agar keputusan tidak hanya didorong tren atau informasi viral.
- Program edukasi dan literasi digital terus digencarkan melalui berbagai kegiatan seperti campus roadshow untuk membantu masyarakat memahami teknologi blockchain dan aset kripto secara mendalam.
Bandung, IDN Times - Minat masyarakat terhadap investasi aset digital terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan akses teknologi dan meningkatnya literasi keuangan menjadi faktor yang mendorong semakin banyak generasi muda mulai melirik berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto.
Tren tersebut juga tercermin dari pertumbuhan jumlah pengguna aset kripto di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen aset kripto mencapai 21,37 juta pengguna per Maret 2026 dengan nilai transaksi sebesar Rp22,24 triliun.
Sebagian besar pengguna aset kripto berasal dari kelompok usia muda. Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, lebih dari 80 persen pengguna kripto di Indonesia berada pada rentang usia 18 hingga 34 tahun, yang didominasi oleh generasi Z dan milenial muda.
Meski minat terhadap aset digital terus meningkat, pemahaman mengenai karakteristik dan risiko investasi dinilai tetap menjadi faktor penting sebelum seseorang memutuskan untuk masuk ke pasar kripto.
1. Pemahaman dasar dinilai menjadi langkah awal

CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengatakan investasi kripto sebaiknya tidak dipandang sebagai cara instan untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Menurutnya, setiap keputusan investasi perlu didasari pemahaman yang memadai terhadap instrumen yang dipilih.
"Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peluang sekaligus risiko. Keputusan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi yang sedang viral," ujar Resna, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (19/6/2026).
Salah satu langkah yang disarankan bagi pemula adalah mempelajari dasar-dasar aset kripto, termasuk cara kerja teknologi blockchain serta berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan harga di pasar. Pemahaman tersebut dinilai dapat membantu investor mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat.
Selain itu, investor juga perlu menetapkan tujuan keuangan yang jelas sejak awal. Dengan memiliki target investasi yang terukur, keputusan yang diambil dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
2. Pengelolaan risiko menjadi aspek penting

Aset kripto dikenal memiliki tingkat volatilitas yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah instrumen investasi lainnya. Karena itu, investor perlu memahami risiko yang melekat pada setiap keputusan investasi yang diambil.
Pemahaman terhadap risiko dapat membantu investor menghindari keputusan yang bersifat impulsif ketika pasar mengalami kenaikan maupun penurunan harga secara signifikan. Pendekatan tersebut juga penting untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan strategi investasi.
"Keberhasilan investasi jangka panjang tidak ditentukan oleh kemampuan mengikuti tren sesaat, melainkan oleh kedisiplinan, kesadaran terhadap risiko, dan kemauan untuk terus belajar," kata Resna.
Upbit Indonesia juga mengingatkan agar investor hanya menggunakan dana yang memang telah dialokasikan untuk investasi. Langkah ini dinilai penting agar kebutuhan sehari-hari dan dana darurat tetap terjaga meskipun pasar mengalami fluktuasi.
3. Literasi dan edukasi terus didorong

Selain memahami dasar investasi dan risiko, investor juga perlu mengikuti perkembangan industri aset digital yang bergerak sangat cepat. Perubahan teknologi, regulasi, maupun inovasi baru di pasar dapat memengaruhi keputusan investasi yang diambil.
Upbit Indonesia menilai kebiasaan untuk terus belajar dan melakukan riset mandiri menjadi bekal penting bagi investor. Hal ini termasuk menghindari keputusan yang didorong oleh fear of missing out (FOMO) maupun informasi yang belum terverifikasi.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan industri yang sehat harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat. Karena itu, Upbit Indonesia akan terus memperluas program edukasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat memahami aset digital secara lebih baik," ujar Resna.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi aset digital, Upbit Indonesia secara rutin menggelar berbagai program edukasi, termasuk campus roadshow yang menghadirkan diskusi dan seminar mengenai blockchain, aset kripto, serta perkembangan teknologi Web3 bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

















