Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menko Muhaimin Ajak UMKM Bandung Tak Sekedar Main di Pasar Lokal

Kota Bandung
3 min read
Menko Muhaimin Ajak UMKM Bandung Tak Sekedar Main di Pasar Lokal
Menko Muhaimin Ajak UMKM Bandung Tak Sekedar Main di Pasar Lokal. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemerintah menggelar Perintis Berdaya Connect di Bandung untuk meningkatkan kualitas UMKM melalui pelatihan, bahan baku, teknologi, permodalan, dan akses pasar.
  • Muhaimin mendorong konektivitas antarlembaga serta kolaborasi dengan inkubator, perusahaan, dan filantropi; pembiayaan diarahkan lewat KUR, PNM Mandiri, dan PNM Mekaar.
  • Penguatan UMKM ditargetkan menghasilkan produk berdaya saing global, memakai bahan baku domestik, memperkuat pertanian, serta meningkatkan kemandirian penerima bantuan sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi tantangan di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global yang tidak menentu. Pemerintah pun mendorong agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui program Perintis Berdaya Connect yang kembali digelar di Kota Bandung. Program ini berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha melalui peningkatan kualitas, mulai dari pelatihan, bahan baku, permodalan, teknologi, hingga akses pasar.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, Bandung dipilih karena memiliki ekosistem Creative Hub yang dinilai produktif dan dapat menjadi model untuk dikembangkan di daerah lain.

"Kita akan memperbanyak model-model seperti ini di berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia," kata Muhaimin dalam kegiatan Perintis Berdaya Connect di Bandung, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Manfaatkan konektivitas ke berbagai lembaga

    WhatsApp Image 2026-04-24 at 06.30.59 (1).jpeg
    UMKM camilan dari Kota Bandung, Rasa Juara, sukses menjual produk secara online dan offline. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Menurut Muhaimin, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan akses terhadap bahan baku, teknologi, permodalan hingga pasar.

    Karena itu, pemerintah mendorong adanya konektivitas antar-kementerian dan lembaga. Salah satu contohnya adalah kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Kementerian UMKM dalam memberdayakan orang tua murid Sekolah Rakyat.

    Akses pembiayaan juga diarahkan melalui sejumlah skema, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), PNM Mandiri, dan PNM Mekaar.

    "Yang pertama, konektivitas dan kolaborasi internal pemerintahan, yaitu kementerian, lembaga, dan badan," ujarnya.

    Tak hanya dari sisi permodalan, pemerintah juga ingin memperkuat sektor hulu agar kebutuhan bahan baku pelaku UMKM dapat dipenuhi dari dalam negeri.

  2. 2. Pemerintah buka ruang kolaborasi dengan swasta

    WhatsApp Image 2026-04-24 at 06.31.00 (1).jpeg
    UMKM camilan dari Kota Bandung, Rasa Juara, sukses menjual produk secara online dan offline. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Pemberdayaan UMKM juga dinilai tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Muhaimin mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari inkubator bisnis, perusahaan hingga lembaga filantropi, menjadi bagian penting dalam program tersebut.

    Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan mutu produknya sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam menjalankan usaha.

    "Yang kedua, kita juga terus-menerus mengajak kolaborasi semua pihak, terutama inkubator, berbagai perusahaan, dan lembaga-lembaga filantropi, untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi kita," katanya.

    Menurut dia, inkubator memiliki peran penting dalam membantu UMKM meningkatkan kualitas. Karena itu, pemerintah ke depan akan mendorong agar para inkubator mendapatkan fasilitas dan dukungan yang lebih kuat.

    Di tengah kondisi geoekonomi dan geopolitik dunia yang dinilai sedang tidak menentu, Muhaimin melihat penguatan UMKM justru menjadi momentum untuk membangun ekonomi dari dalam negeri.

    Pemerintah mendorong pemenuhan kebutuhan bahan baku dari dalam negeri sekaligus memperkuat sektor pertanian. Di sisi lain, peningkatan kelas menengah dan daya beli masyarakat juga menjadi perhatian karena akan berpengaruh langsung terhadap pasar produk UMKM.

    "Kalau kelas menengah meningkat dan daya beli meningkat, maka otomatis pasar akan bagus," ujar Muhaimin.

  3. 3. Produk harus bisa bersaing di pasar global

    WhatsApp Image 2025-09-28 at 4.36.56 PM.jpeg
    Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar tinjau pelaku umkm di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Lebih jauh, seluruh rangkaian pemberdayaan tersebut diarahkan pada satu tujuan, yakni membuat produk UMKM memiliki kualitas yang mampu bersaing hingga pasar global.

    Muhaimin menyebut pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari paradigma baru pemerintah selama dua tahun terakhir dengan tagline "Bansos Sementara, Berdaya Selamanya."

    Melalui pendekatan itu, penerima bantuan sosial tidak hanya diharapkan menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan peningkatan kapasitas agar perlahan dapat naik kelas menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

    "Sehingga, pada akhirnya, jumlah penerima bantuan sosial semakin berkurang dan masyarakat yang mandiri serta berdaya semakin banyak," katanya.

    Ia mengatakan pemerintah selama dua tahun terakhir juga telah mendorong perbaikan regulasi dan kolaborasi untuk memperkuat UMKM.

    "Alhamdulillah, sekarang UMKM tumbuh dan kita berupaya mempertahankan UMKM supaya tetap eksis," tutur Muhaimin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More