Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cuaca Bandung Panas! Coba 5 Hal Ini Biar Terhindar dari Dehidrasi

Kota Bandung
3 min read
Cuaca Bandung Panas! Coba 5 Hal Ini Biar Terhindar dari Dehidrasi
suhu panas (freepik.com/freepik)
  • BMKG mencatat suhu tertinggi Bandung Raya selama Oktober 2026 mencapai 35 derajat Celsius, meningkatkan risiko kehilangan cairan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

  • Dehidrasi dapat ditandai rasa haus, mulut kering, lemas, pusing, sakit kepala, dan urine lebih gelap; minumlah rutin sebelum maupun setelah aktivitas tanpa menunggu haus.

  • Kebutuhan cairan dapat dibantu buah dan sayur berair, sementara minuman manis sebaiknya dibatasi; kurangi paparan matahari, gunakan pakaian menyerap keringat, dan cari tempat teduh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Cuaca di Kota Bandung dan sekitarnya sekarang masih terasa panas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan sempat mencatat suhu udara tertinggi selama Oktober 2026 di wilayah Bandung Raya mencapai 35 derajat Celsius. Suhu ini menjelaskan kondisi terik yang terjadi di wilayah Bandung Raya beberapa hari ini.

Buat kalian yang banyak beraktivitas di luar ruangan, tubuh akan lebih cepat kehilangan cairan, terutama ketika banyak berkeringat. Persoalannya, dehidrasi sering kali tidak langsung terasa. Rasa haus, mulut kering, tubuh lemas hingga urine yang berwarna lebih pekat bisa menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan.

Buat kalian yang tetap harus beraktivitas di tengah cuaca panas, menjaga asupan cairan menjadi hal sederhana yang jangan sampai dilewatkan. Berikut lima cara yang bisa dilakukan agar tubuh tetap terhidrasi.

  1. 1. Jangan tunggu haus untuk minum

    Rahasia Hidup Sehat
    Membiasakan minum air putih (unsplash.com/Lia Bekyan)

    Rasa haus sebenarnya sudah menjadi sinyal dari tubuh bahwa cairan mulai berkurang. Karena itu, jangan membiasakan diri baru minum ketika tenggorokan terasa kering.

    Cobalah minum air secara berkala sepanjang hari, terutama sebelum dan setelah beraktivitas di luar ruangan. Membawa botol minum sendiri juga bisa membuat kebiasaan ini lebih mudah dilakukan.

  2. 2. Perbanyak minum saat banyak berkeringat

    Seorang pria mengenakan baju lengan panjang biru mengusap dahi dengan tangannya karena kepanasan di bawah sinar matahari.
    ilustrasi pria kepanasan dan berkeringat saat beraktivitas yang membutuhkan perlindungan antiperspiran (pexels.com/Katya Wolf)

    Berada di bawah terik matahari, berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan cairan tubuh bisa meningkat. Pastikan kalian lebih sering minum, terutama setelah melakukan aktivitas yang membuat tubuh berkeringat cukup banyak.

    Kalau harus beraktivitas di luar dalam waktu lama, jangan lupa membawa air minum agar tidak bergantung pada rasa haus sebagai pengingat.

  3. 3. Pilih makanan yang mengandung banyak air

    ilustrasi asinan kulit semangka
    ilustrasi asinan kulit semangka (unsplash.com/Nico Wijaya)

    Menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak selalu harus dilakukan dengan minum air putih. Beberapa jenis buah dan sayuran juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

    Semangka, melon, jeruk, stroberi hingga mentimun bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan asupan nutrisi. Cara ini juga bisa menjadi alternatif buat kalian yang bosan terus-menerus minum air putih.

  4. 4. Kurangi minuman yang terlalu manis

    ilustrasi es teh manis
    ilustrasi es teh manis (magnific.com/lifeforstock)

    Cuaca panas memang sering membuat kita ingin membeli minuman dingin, mulai dari minuman bersoda hingga berbagai minuman kekinian.

    Sesekali tentu boleh, tetapi jangan sampai minuman manis menggantikan air putih sebagai sumber utama cairan. Terlalu banyak minuman dengan kandungan gula tinggi juga berarti tubuh mendapat asupan gula tambahan yang tidak diperlukan.

    Kalau sedang benar-benar haus setelah beraktivitas di bawah matahari, air putih tetap menjadi pilihan paling sederhana.

  5. 5. Batasi aktivitas di bawah matahari terlalu lama

    IMG-20261019-WA0011.jpg
    Suhu udara cukup terik yang terjadi di Kota Mataram, Senin (19/10/2026).

    Menjaga hidrasi bukan hanya soal seberapa banyak kalian minum. Mengurangi paparan panas juga penting agar tubuh tidak kehilangan cairan secara berlebihan.

    Jika memungkinkan, hindari aktivitas di luar ruangan ketika matahari sedang terik. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, serta cari tempat teduh jika harus berada di luar dalam waktu lama.

    Jangan abaikan pula tanda-tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi seperti pusing, lemas, sakit kepala, mulut kering atau urine yang lebih gelap dari biasanya.

    Mulai dari membawa botol air, rutin minum, hingga lebih memperhatikan kondisi tubuh bisa menjadi kebiasaan kecil yang berdampak besar pada aktivitas sehari-hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More