Laporan khas INSIDEnesia.
Bandung, IDN Times - Ada sebuah aroma yang tumbuh dari tanah Indonesia, menempuh perjalanan ribuan kilometer sebelum kembali ke hidung konsumen dalam bentuk parfum. Aroma itu berasal dari nilam atau patchouli; hasil alam yang tumbuh subur di sejumlah wilayah Indonesia dan minyaknya telah lama menjadi salah satu bahan penting dalam industri wewangian dunia.
Di Gayo Lues, Aceh, petani masih menimbang nilam sebagai sumber penghasilan. Di Sumatera Selatan, komoditas ini justru belum banyak dilirik. Di Jawa Timur, minyak nilam menjadi salah satu komoditas ekspor bahan baku parfum. Sementara di Jawa Barat, industri parfum lokal tumbuh dengan cepat, tetapi bahan baku yang digunakan masih banyak berasal dari fragrance house dan produk olahan dari luar negeri, sekali pun bahan baku nilamnya tetap dari Indonesia.
Di Bali, bahan aromatik lokal bahkan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Namun, pengalaman dari berbagai daerah itu memperlihatkan satu persoalan yang sama, bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahan baku, tapi belum sepenuhnya menguasai rantai nilai industri wewangian. Fakta tersebut semestinya menggugurkan semangat hilirasi yang ditawarkan pemerintah sebagai janji politik dua tahun lalu.
