Bandung, IDN Times - Deretan kanvas putih berjajar di salah satu ruangan Polrestabes Bandung, Jumat (17/7/2026). Di hadapan kanvas itu, para pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bandung tampak serius memainkan kuas dan mencampurkan warna. Nyaris tak terdengar percakapan, yang ada hanya sapuan cat yang perlahan membentuk cerita di setiap lukisan.
Bagi mereka, lomba melukis bukan sekadar adu kemampuan. Setiap goresan menjadi cara untuk mengekspresikan diri, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik maupun sensorik tidak pernah membatasi kreativitas. Kesempatan itulah yang coba dihadirkan Polrestabes Bandung melalui Lomba Melukis Difabel.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri dalam menjunjung kesetaraan serta menjalankan amanat undang-undang agar kita bersama-sama menjaga kebersamaan tanpa memandang kondisi fisik," ujar Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi.
