Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melihat Mesin RDF di Gedung Sate, Sampah Disulap Jadi Briket dan Kompos
Mesin RDF pengolah sampah Gedung Sate. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Gedung Sate untuk mengubah sampah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
  • Hasil uji coba RDF di Gedung Sate berhasil mengolah hingga 1 ton sampah per hari menjadi 300–400 kilogram briket, yang diminati industri tekstil di Rancaekek hingga Cimahi.
  • Teknologi RDF ini ramah lingkungan tanpa insinerator dan akan diperluas ke seluruh kelurahan Bandung melalui kerja sama pembiayaan antara pemerintah provinsi dan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Juni 2026

Pemkot Bandung mengirim surat permohonan status darurat sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi dengan menyarankan penerapan teknologi RDF di tingkat kelurahan.

13 Juni 2026

Ermawan Dalisaputra menjelaskan operasional mesin RDF di Gedung Sate yang mampu mengolah 1 ton sampah per hari menjadi 300–400 kilogram briket. Ia juga menyebut briket disalurkan ke industri tekstil dan prosesnya ramah lingkungan tanpa insinerator.

kini

Pengelolaan sampah di Gedung Sate menggunakan mesin RDF berjalan aktif dan menjadi contoh untuk diterapkan di seluruh kelurahan Kota Bandung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah menjadi briket bahan bakar alternatif pengganti batu bara di Gedung Sate, Bandung.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Penelaah Teknis Kebijakan Setda Jabar Ermawan Dalisaputra, serta tim dari Politeknik Manufaktur Bandung terlibat dalam program pengelolaan sampah ini.
  • Where?
    Kegiatan pengolahan sampah berlangsung di area Gedung Sate, Kota Bandung, dengan sumber sampah berasal dari Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan GOR Saparua.
  • When?
    Uji coba dan operasional mesin RDF dilakukan pada Juni 2026 setelah sebelumnya sistem insinerator dihentikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
  • Why?
    Program ini dijalankan untuk mengatasi persoalan darurat sampah di Kota Bandung sekaligus menyediakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan bagi industri di Jawa Barat.
  • How?
    Sampah dicacah dan dipanaskan menggunakan mesin RDF bertenaga listrik tanpa pembakaran terbuka hingga menghasilkan briket 300–400 kilogram per ton sampah per hari serta kompos untuk taman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Bandung ada mesin baru di Gedung Sate yang bisa ubah sampah jadi briket buat bahan bakar. Pak Gubernur Dedi bilang mesin ini bantu kurangi sampah tanpa asap dan bisa dipakai di banyak tempat nanti. Sampah dari Gedung Sate, Gasibu, dan Saparua diolah jadi briket dan pupuk buat taman. Sekarang mesinnya sudah jalan dan hasilnya dipakai pabrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan teknologi RDF di Gedung Sate menunjukkan langkah konkret Jawa Barat dalam mengubah tantangan sampah menjadi peluang energi dan ekonomi. Dengan hasil uji coba yang berhasil serta dukungan industri terhadap briket sebagai bahan bakar alternatif, program ini memperlihatkan potensi kolaborasi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya membantu menyelesaikan persoalan sampah di wilayah Kota Bandung. Salah satu yang akan diterapkan yaitu pengelolan sampah dengan metode Refuse Derived Fuel (RDF).

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara jenis briket. Rencana tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Pemkot Bandung mengirimkan surat permohonan untuk status darurat sampah pada Selasa (2/6/2026).

1. Mesin akan diberikan ke beberapa kelurahan di Kota Bandung

Mesin RDF pengolah sampah Gedung Sate. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Dedi permohonan status darurat tersebut harus dipertimbangkan terlebih dahulu karena ditakutkan berdampak buruk ke masyarakat. Alih-alih menerapkan status tersebut, dia menyarankan Pemkot Bandung turut menyelesaikan sampah di skala kelurahan dengan pengelolaan RDF seperti di Gedung Sate.

"Uji cobanya sudah berhasil dilakukan di Gedung Sate, ada alat yang merubah sampah jadi bahan bakar, bahan bakarnya bisa jadi pengganti batu bara," ucapnya.

Menurutnya, hasil pengolahan sampah tersebut mulai dilirik sejumlah industri di Jawa Barat sebagai sumber energi pengganti. "Di beberapa industri di Jawa Barat bahasa sederhananya briket, berhasil diuji coba di Gedung Sate kapasitas lima ton sehari," katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan teknologi serupa akan diperluas ke berbagai daerah, termasuk Kota Bandung. Namun, pelaksanaannya membutuhkan kerja sama pembiayaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

"Nanti akan diterapkan di seluruh kelurahan dan nanti saya akan ajak bicara wali kota untuk menentukan pembiayaannya karena gak mungkin ditanggung provinsi semua," kata dia.

2. Sampah dikelola menjadi briket untuk campuran baru bara industri

Mesin RDF pengolah sampah Gedung Sate. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara, pengelolan sampah di Gedung Sate sebelumnya sempat dihentikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, karena menggunakan mesin insinerator. Saat ini sudah diubah, tidak ada lagi cerobong asap di area Gedung Sate yang sebelumnya digunakan untuk membakar sampah.

IDN Times mencoba membuktikan contoh pengelolaan sampah di Gedung Sate yang akan digunakan kelurahan di wilayah Kota Bandung. Berdasarkan pemantauan IDN Times di lokasi, pengelolaan sampah ini berbeda dari sebelumnya yang masih mengeluarkan asap residu.

Luas tempat pengelolaan sampah ini berada di ruangan dengan lusa 12x12 meter. Di dalamnya terdapat sekitar tiga hingga empat mesin yang digunakan untuk pencacah sampah, hingga mesin pemanas sampah menjadi briket.

Penelaah Teknis Kebijakan Biro Perekonomian Setda Jawa Barat, Ermawan Dalisaputra mengatakan, mesin pengolahan sampah ini tidak hanya mengolah limbah organik dan anorganik di kawasan Gedung Sate, tetapi juga dari Lapangan Gasibu dan GOR Saparua.

"Kami olah sampah organik dan anorganik dari Gedung Sate, Gasibu, dan Saparua menjadi briket. Kami salurkan briket ke off taker, sasarannya industri tekstil di Rancaekek hingga Cimahi," kata Ermawan di Gedung Sate, dikutip Sabtu (13/6/2026).

3. Sampah juga diolah menjadi pupuk kompos

Mesin RDF pengolah sampah Gedung Sate. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selama satu hari operasional mesin RDF, bisa mengolah sampah satu ton sampah dari kapasitas maksimum lima ton. Adapun dari satu ton volume sampah, mesin konversi sanggup memproduksi sekitar 300-400 kilogram briket siap pakai per hari.

Selain menjadi briket, petugas juga mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos untuk kebutuhan pemeliharaan taman di Gedung Sate.

"Sekitar 300 sampai 400 kilogram briket dari timbulan sampah 1 ton per hari. Kami juga mengolah sampah menjadi kompos untuk kebutuhan taman," ujarnya.

4. Tidak ada asap residu hasil pembakaran

Mesin RDF pengolah sampah Gedung Sate. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Ermawan menambahkan, industri bisa memanfaatkan briket ini melalui metode co-firing atau pencampuran bauran energi antara briket dan batu bara. Dia mengklaim metode ini bisa menekan emisi karbon, menghemat biaya operasional bahan bakar industri, serta menghasilkan sirkular ekonomi.

"Co firing di industri, jadi bauran negeri antara briket ini dengan batu bara hingga menjadi sumber daya potensial dan sirkular ekonomi," ucapnya.

Ermawan memastikan, sistem pengolahan briket ini ramah lingkungan, karena tidak menggunakan mesin insinerator. Proses kerjanya mengandalkan pemanas termal listrik di atas 500 Watt tanpa melalui mekanisme pembakaran terbuka di area hulu.

"Tidak ada pembakaran, enggak ada asap. Mesinnya terdiri dari pencacah dan pencetak dengan termal. Sudah uji laboratorium bahwa ini aman dari dioksin dan furan," tuturnya.

Pemprov Jawa Barat bersama Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung berencana memproduksi massal mesin pencacah dan pencetak briket.

Editorial Team

Related Article