Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masuk Musim Hujan, Farhan Ingatkan Warga di 7 Kecamatan Rawan Longsor
Dok. Diskominfo Bandung
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan warga mewaspadai longsor saat hujan deras, terutama di tujuh kecamatan Bandung Utara yang membentang dari Cibiru hingga Cidadap.
  • Pemkot menginstruksikan BPBD dan kecamatan rawan longsor meningkatkan kesiapsiagaan, sementara DSDABM memantau risiko gangguan aliran air di Cihampelas, Sungai Citepus-Pagarsih, dan Cikapundung.
  • Warga di sekitar lereng, tebing, dan bantaran sungai diminta memperhatikan perubahan tanah maupun debit air, serta segera menjauh dan menghubungi petugas bila muncul tanda bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan warga karena musim hujan datang. Tujuh kecamatan di Bandung utara, dari Cibiru sampai Cidadap, bisa longsor. BPBD dan pemerintah sedang bersiap. Cihampelas, Sungai Citepus, Pagarsih, dan Sungai Cikapundung juga diawasi karena air bisa meluap. Warga dekat lereng dan sungai diminta hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons Pemerintah Kota Bandung menunjukkan perhatian dini terhadap keselamatan warga saat musim hujan. Instruksi kepada BPBD, kecamatan rawan, serta dinas yang menangani daya rusak air membuka ruang bagi pemantauan yang lebih terkoordinasi di lereng dan bantaran sungai. Penekanan pada tanda bahaya juga dapat membantu masyarakat mengenali risiko di lingkungan mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor seiring meningkatnya risiko hujan deras. Sebanyak tujuh kecamatan di kawasan utara Kota Bandung menjadi perhatian pemerintah karena berada dalam bentang wilayah rawan longsor, mulai dari Cibiru di bagian timur hingga Cidadap di bagian barat.

Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama jajaran kecamatan yang masuk dalam wilayah rawan longsor. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan yang memiliki kondisi geografis rentan terhadap pergerakan tanah.

“Dinas pertama yang saya perintahkan adalah BPBD bersama tujuh kecamatan rawan longsor. Kawasan rawan longsor membentang di bagian utara, dari timur sampai barat, mulai Cibiru hingga kawasan Cidadap,” ujar Farhan.

Ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Bandung tidak hanya berkaitan dengan longsor. Farhan juga menyoroti sejumlah kawasan yang berpotensi menghadapi persoalan aliran air saat hujan deras, termasuk Cihampelas, aliran Sungai Citepus hingga Pagarsih, serta Sungai Cikapundung yang melintasi pusat kota.

Menurutnya, sejumlah titik tersebut membutuhkan perhatian karena ancaman yang muncul tidak selalu berupa genangan air. Dalam kondisi tertentu, peningkatan debit sungai juga berpotensi memicu banjir bandang yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan merusak infrastruktur di sekitarnya.

1. Tujuh kecamatan di Bandung Utara jadi perhatian

Dok. Diskominfo Bandung

Farhan menjelaskan, kawasan rawan longsor di Kota Bandung membentang di wilayah utara, mulai dari Cibiru hingga Cidadap. Sebanyak tujuh kecamatan menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mitigasi bencana, sehingga koordinasi antara BPBD dan aparatur kewilayahan perlu diperkuat untuk menghadapi potensi hujan deras.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi penting karena karakteristik wilayah utara Bandung memiliki sejumlah kawasan perbukitan dan lereng yang perlu diwaspadai ketika curah hujan meningkat. Kondisi tanah yang jenuh akibat hujan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah, terutama pada lokasi yang memiliki kemiringan lereng dan sistem drainase kurang memadai.

Meski telah menyebut tujuh kecamatan sebagai wilayah rawan, Farhan belum merinci seluruh nama kecamatan yang masuk dalam perhatian pemerintah. Informasi lebih detail mengenai lokasi rawan dan tingkat risikonya masih diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi wilayah tempat tinggal mereka serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan.

Dalam situasi tersebut, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan melalui koordinasi antarinstansi. Pemerintah juga perlu memastikan informasi mengenai potensi longsor, jalur evakuasi, dan prosedur penanganan darurat dapat menjangkau masyarakat, terutama mereka yang tinggal berdekatan dengan lereng atau tebing.

2. Cihampelas hingga Pagarsih masuk pemantauan pemkot

Dok. Diskominfo Bandung

Selain ancaman longsor, Farhan meminta perangkat daerah meningkatkan perhatian terhadap sejumlah kawasan yang memiliki risiko gangguan aliran air saat hujan deras. Salah satu titik yang disoroti adalah kawasan Cihampelas, tepatnya di depan Hotel Grand Tjokro, yang menurutnya perlu dijaga agar tidak kembali mengalami kerusakan.

“Beberapa titik di utara yang perlu diperhatikan antara lain Cihampelas, di depan Hotel Grand Tjokro. Jangan sampai terjadi kerusakan lagi,” kata Farhan.

Perhatian serupa diberikan terhadap aliran Sungai Citepus hingga kawasan Pagarsih yang berada di wilayah barat Kota Bandung. Pemerintah juga memantau kondisi Sungai Cikapundung yang membelah pusat kota, terutama pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi menimbulkan banjir bandang ketika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

Farhan menilai ancaman tersebut perlu diantisipasi sejak dini karena dampak banjir bandang dapat berbeda dengan genangan yang biasa terjadi setelah hujan. Aliran air yang datang secara tiba-tiba dan membawa material dapat menimbulkan risiko lebih besar bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar bantaran sungai.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Farhan telah menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), khususnya bidang yang menangani daya rusak air, agar meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi dengan BPBD dan aparatur kewilayahan menjadi bagian penting dalam memastikan potensi gangguan aliran air dapat dipantau dan ditangani sesuai kondisi di lapangan.

3. Warga di kawasan lereng dan bantaran sungai perlu waspada

Dok. Diskominfo Bandung

Meningkatnya risiko bencana saat hujan deras menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng, tebing, maupun bantaran sungai. Kewaspadaan diperlukan terutama ketika hujan berlangsung dalam waktu lama karena kondisi tersebut dapat memengaruhi kestabilan tanah dan meningkatkan debit aliran sungai.

Warga yang tinggal di kawasan perbukitan perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, seperti munculnya retakan baru pada tanah, pergeseran permukaan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, hingga rembesan air yang tidak biasa pada lereng. Tanda-tanda tersebut dapat mengindikasikan adanya potensi pergerakan tanah sehingga masyarakat perlu segera menjauh dari lokasi berbahaya dan menghubungi petugas terkait.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai juga perlu memperhatikan perubahan debit dan warna air, terutama ketika hujan deras terjadi di kawasan hulu. Kenaikan muka air secara cepat maupun aliran yang membawa banyak material dapat menjadi tanda bahaya yang membutuhkan respons segera.

Di tengah potensi tersebut, kesiapsiagaan pemerintah perlu dibarengi penyampaian informasi kebencanaan yang mudah diakses masyarakat. Pemetaan wilayah rawan, sosialisasi jalur evakuasi, serta koordinasi antara BPBD, kecamatan, dan kelurahan menjadi langkah yang diperlukan agar warga mengetahui tindakan yang harus dilakukan sebelum maupun ketika bencana terjadi.

Dengan adanya tujuh kecamatan yang menjadi perhatian dalam antisipasi longsor, tantangan Pemkot Bandung berikutnya adalah memastikan kesiapsiagaan tidak berhenti pada instruksi kepada perangkat daerah. Upaya mitigasi juga perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret di lingkungan permukiman, sehingga masyarakat yang berada di kawasan rawan memiliki informasi dan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article