Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa-Warga Kuasai Simpang Lima, Polisi Alihkan Arus Lalin
Aksi demo mahasiswa dan warga di Simpang Lima, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Ratusan mahasiswa dan warga menguasai Simpang Lima Bandung setelah long march dari Jalan Braga pada 20 Oktober 2026, sementara polisi mengalihkan arus lalu lintas dan mengawal aksi.
  • Aksi peringatan dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran berlangsung di DPRD Jawa Barat dan Jalan Asia-Afrika; massa berorasi mengkritik kesejahteraan, korupsi, serta pelaksanaan program MBG.
  • Gabungan 16 aliansi menuntut penghentian perampasan tanah, pembatalan ART, penghentian korupsi anggaran dan proyek tertentu, serta penghentian diskriminasi, kekerasan aparat, dan pembungkaman demokrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan mahasiswa dan warga berjalan dari Jalan Braga ke Simpang Lima di Bandung. Mereka berkumpul untuk memprotes pemerintah Prabowo-Gibran. Polisi menjaga mereka dan mengalihkan jalan. Mereka berpidato, menyampaikan banyak tuntutan, lalu mencoret dan merusak beberapa bagian tugu. Sampai sore, mereka masih melakukan aksi di jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kehadiran 16 aliansi mahasiswa dan warga menunjukkan ruang kepedulian publik yang aktif terhadap isu tanah, pekerjaan, anggaran, pendidikan, kesehatan, dan hak demokratis. Di tengah aksi yang berlangsung, pengawalan aparat serta pengalihan lalu lintas membantu menjaga pergerakan massa, sementara iringan musik tradisional memberi warna ekspresi kolektif mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ratusan massa gabungan dari mahasiswa dan warga merangsak ke Simpang Lima, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Mereka pun berhasil menguasai kawasan ini setelah sebelumnya melakukan long march dari Jalan Braga.

Dari pantauan IDN Times, aksi peringatan kepemimpinan dua tahun Prabowo-Gibran ini dilakukan di dua tempat di Kota Bandung, yakni DPRD Jawa Barat dan kawasan Jalan Asia-Afrika.

Untuk massa yang berada di Jalan Asia Afrika, mereka merangsak ke Simpang Lima sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB massa masih melakukan orasi di depan ratusan aparat kepolisian yang ikut menjaga aksi tersebut.

Dalam orasi sejumlah perwakilan, mereka menilai bahwa rezim saat ini sangat bobrok karena gagal mensejahterakan masyarakat. Sejumlah program kerja termasuk makan bergizi gratis (MBG) pun rusak karena banyaknya korupsi dalam pelaksanaan di lapangan.

"Cukup dua tahun saja (menjabat)," kata salah satu orator dalam aksi tersebut.

Tak hanya melakukan aksi, sejumlah massa melakukan pencoretan di tugu Simpang Lima. Mereka juga merusak beberapa ornamen tugu ini karena merasa bahwa tugu ini tidak ada gunanya untuk masyarakat.

Aksi demo mahasiswa dan warga di Simpang Lima, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Koordinator Lapangan dari Setia Rakyat Bandung, Annisa menjelaskan bahwa saat ini massa gabungan dari Dago Elos, UPI, UNPAD, ITB hingga LBH saat ini tengah menggelar aksi di kawasan Jalan Asia Afrika. “ini ada 16 aliansi totalnya,” katanya.

Massa menuntut empat poin, yakni;

1. Hentikan monopoli dan perampasan tanah rakyat berkedok ketahanan pangan dan transisi energi yang telah menciptakan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan, serta perampasan ruang hidup rakyat! Bubarkan Batalyon Teritorial Pembangunan, hentikan ekspansi perkebunan skala besar, jalankan Reforma Agraria Sejati

2. Batalkan US-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade (ART), hentikan badai PHK dan politik upah murah, hentikan kenaikan pajak dan harga kebutuhan pokok, serta bangun industri nasional berbasis reforma agraria sejati!

3. Hentikan pemborosan dan korupsi anggaran negara! hentikan MBG, KDMP, dan proyek militer! Potong anggaran polisi dan tentara untuk dialokasikan bagi jaminan sosial rakyat terutama pendidikan dan kesehatan!

4. Stop diskriminasi negara, kekerasan aparat, kriminalisasi, serta pembungkaman hak demokratis rakyat dalam berkumpul, berserikat, berekspresi dan menyatakan pendapat!

Anisa juga menjelaskan bahwa massa aksi mahasiswa dari beberapa kampus serta elemen masyarakat hendak melakukan long march dari Jalan Asia Afrika ke kawasan Braga Pendek.

“Iya long march dari jalan Asia Afika lalu ke Pikiran Rakyat, Cikangkung, Braga Panjang dan finishnya di Braga Pendek. Aksi digelar hingga sore nanti,” ujarnya.

Long march dilakukan dengan diiringi musik tradisional dari jembatan di Jalan Asia Afrika hingga Depan Hotel Savoy Homan. Sementara itu, petugas kepolisian tampak menutup sementara jalur Asia Afrika hingga massa aksi bergeser menuju lokasi depan kantor Pikiran Rakyat, aparat gabungan juga berjejer di sepanjang Jalan Asia Afrika mengawal jalannya aksi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article