Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Macan Tutul 'Tersesat' di Bekas Bale Desa di Kuningan

IMG-20250826-WA0084.jpg
Tangkapan layar video Macan Tutul tersesat
Intinya sih...
  • Damkar Kuningan lanjutkan laporan ke BKSDA
  • Evakuasi Macan Tutul butuh sekitar dua jam
  • Macan Tutul langsung dievakuasi ke penangkaran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kuningan, IDN Times - Seekor Macan Tutul menghebohkan warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Selasa (26/8/2025). Macan tersebut 'tersesat' di salah satu ruang bekas bale Desa Kutamandarakan itu. Melihat ada hewan buas yang dilindungi berada di lingkungan warga, Kuwu (Kades) setempat langsung melaporkannya kepada Damkar Kuningan.

"Laporan yang kami terima itu jam 8 pagi. Abis apel pagi, ada laporan ke call center Damkar. Ada laporan dari Desa Kutamandarakan bahwa ada macan tutul, di ruangan bale desa bekas. Itu (bale desa bekas) udah kayak gudang. Yang laporan itu Pak Kuwu-nya," kata Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusuma kepada IDN Times lewat sambungan telepon, Selasa (26/8/2025).

1. Bukan kewenangan, Damkar lanjutkan laporan ke BKSDA

IMG-20250826-WA0059.jpg
Proses evakuasi macan Tutul

Setelah menerima laporan tersebut, ujar dia, Unit Damkar Kuningan langsung berkoordinasi dengan instansi lain, di antaranya BPBD dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) resort Cirebon. "Kami menerima laporan, lalu kami lanjutkan ke instansi lain," kata Andri.

Pada prosesnya, BKSDA Resort Cirebon melanjutkan laporan tersebut ke instansi lain. Dari awal laporan, mereka melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan BKSDA Cirebon.

"Resort Cirebon juga sama, gak punya kewenangan menangkap dan melumpuhkan. Peralatan juga sama, tidak punya. Jadi lempar lagi ke pusat, yang ada di Ciamis. Dari Ciamis, dilempar lagi ke Lembang," tuturnya.

2. Butuh sekitar dua jam mengamankan Macan Tutul

IMG-20250826-WA0060.jpg
Proses evakuasi macan Tutul

Setelah melanjutkan laporan warga, kata Andri, aparat langsung turun ke lapangan. Namun, mengingat status hewan tersebut yang masuk kategori buas dan dilindungi, proses penangkapan tidak langsung dilaksanakan.

"BKSDA datang jam 14.00 WIB. Jam dua lebih lah mulai persiapan," katanya.

Dalam prosesnya, evakuasi melibatkan beberapa instansi lain seperti TNI/Polri. Proses penangkapan sendiri berjalan sekitar dua jam.

"Lumayan juga persiapannya. Dinaikkan ke mobil, baru sekitar jam 16.00 WIB selesai. Itu dibius dulu, begitu sudah dinaikkan ke mobil di siuman lagi," ujarnya.

3. Macan Tutul langsung dievakuasi ke penangkaran

IMG-20250826-WA0063.jpg
Proses evakuasi macan Tutul

Setelah berhasil diamankan, Macan Tutul itu langsung dievakuasi ke penangkaran. Namun Andri tidak mengetahui secara pasti penangkaran yang akan jadi tempat Macan Tutul itu.

Sementara itu, lokasi Desa Kutamandarakan sendiri jaraknya memang tidak terlalu jauh dengan kawasan hutan. Namun, desa itu bukan desa terdekat dengan kawasan hutan tersebut.

"Jarak ke hutan dekat ya. Tapi sebelum desa itu, ada satu desa lagi yang lebih dekat ke hutan. Tapi anehnya macan itu masuknya ke desa tersebut (yang jauh)," katanya.

"Baru sekarang kami mendapat laporan ada Macan masuk ke daerah pemukiman. Kalau hewan buas lain mah, Kuningan kan memang sering. Banyak ternak warga yang dimakan hewan buas,."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us